Saumiman Saud

Lahir di Medan, 05 Agustus. Tamat SMA tahun 1982, melanjutkan kuliah di Univ. Darma Agung Medan di Fakultas Ekonomi sampai tingkat Sarjana Muda. Tahun 1998 kuliah di Institut Teologia Alkitabiah, Sumatera Utara, pada tahun 1990 melanjutkan kuliah di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Malang.
Saumiman Saud menyelesaikan kuliah di SAAT, Malang tahun 1995. Setelah selesai kuliah, beliau melayani di Gereja Methodist Indonesia MARKONI Medan (1994-1995) dan setelah itu (1995-2003) melayani di Gereja Kristen Abdiel Trinitas, Surabaya.
Menikah 15 Januari 1995 dengan Ev. Susan Cang (Chu Sei Hiong) juga alumni SAAT Malang, dan dikaruniai dua orang anak yakni Jessica Gracia Rahel dan Philemon Gracia Putra. Ditahbiskan sebagai pendeta pada tgl. 19 Agustus 2000.
Pengalaman pelayanan: Sebelum kuliah Teologi beliau mengajar di Perguruan Kristen Methodist Indonesia dan Perg. Nasional Yos Sudarso Medan, selesai kuliah melayani di Gereja Methodist Indonesia dan menjadi Guru Agama di Perguruan Kristen Hosana, Medan.
Mulai Februari 2003 beliau melayani di Gereja Injili Indonesia San Jose, California, USA, saat ini melayani di Cornerstone Evangelical Baptist Church, San Francisco. Saumiman Saud dapat dihibungi di e-mail: saumiman[at]gmail.com.
Lahir di Medan, 05 Agustus. Tamat SMA tahun 1982, melanjutkan kuliah di Univ. Darma Agung Medan di Fakultas Ekonomi sampai tingkat Sarjana Muda. Tahun 1998 kuliah di Institut Teologia Alkitabiah, Sumatera Utara, pada tahun 1990 melanjutkan kuliah di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Malang. 

Saumiman Saud menyelesaikan kuliah di SAAT, Malang tahun 1995. Setelah selesai kuliah, beliau melayani di Gereja Methodist Indonesia MARKONI Medan (1994-1995) dan setelah itu (1995-2003) melayani di Gereja Kristen Abdiel Trinitas, Surabaya.

Menikah 15 Januari 1995 dengan Ev. Susan Cang (Chu Sei Hiong) juga alumni SAAT Malang, dan dikaruniai dua orang anak yakni Jessica Gracia Rahel dan Philemon Gracia Putra. Ditahbiskan sebagai pendeta pada tgl. 19 Agustus 2000. 

Pengalaman pelayanan: Sebelum kuliah Teologi beliau mengajar di Perguruan Kristen Methodist Indonesia dan Perg. Nasional Yos Sudarso Medan, selesai kuliah melayani di Gereja Methodist Indonesia dan menjadi Guru Agama di Perguruan Kristen Hosana, Medan. 

Mulai Februari 2003 beliau melayani di Gereja Injili Indonesia San Jose, California, USA, saat ini melayani di Cornerstone Evangelical Baptist Church, San Francisco. Saumiman Saud dapat dihubungi di e-mail: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya .

 

  • PDF
  • Cetak

Karya Agung di Balik Layar - (Markus 2:1-12)

Penilaian Pengunjung: / 11
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 15:36
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
Anda mungkin mulai menebak apa yang akan dibicarakan mengenai “Karya di balik layar” ini? Orang yang berada di balik layar sesungguhnya tidak popular, sebab mereka jarang bahkan tidak pernah terihat. Namun bukan berarti mereka tidak penting. Justru yang tidak kelihatan itu sangat berperan dan penting. Sebuah mobil mewah tidak ada arti apa-apanya bila mesin yang tidak kelihatan itu rusak. Markus 2:1-12 mengisahkan bahwa Yesus telah mengakhiri perjalanan dari Sinagoge menuju ke Kapernaum. Berita bahwa Yesus hendak kembali ke rumah ini rupanya tersebar ke seluruh kota (1:29, rumah Simon dan Andreas). Dengan demikian orang berduyun-duyun datang ke rumah itu – mereka begitu haus untuk mendengar berita kabar baik yang hendak diajarkan Tuhan Yesus.

Selanjutnya: Karya Agung di Balik Layar - (Markus 2:1-12)

  • PDF
  • Cetak

Discovering Your Life For Ministry - (Lukas 12:42,43)

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 15:35
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
Setiap individu yang diciptakan Tuhan diberikan akal budi dan pikiran dengan tujuan agar dapat mengasihi-Nya. Dengan mengasihi Dia maka secara otomatis kita dapat mengasihi sesama manusia. Satu hal yang perlu kita ingat adalah, sebalum kita dikasihi Tuhan, Ia terlebih dahulu mengashi kita. Omong kosong kalau orang-orang yang mengaku diri mengasihi Tuhan, namun ternyata ia membenci saudaranya. Coba baca 1 Yohanes 3:16 "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa IA telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudra-saudara kita." Menyerahkan nyawa itu artinya memberi diri pada orang lain dan salah satu bentuk konkretnya adalah mengekspresikan kasih Tuhan dalam kehidupan kita adalah "memberi diri" melayani Dia dan sesama manusia.

Selanjutnya: Discovering Your Life For Ministry - (Lukas 12:42,43)

  • PDF
  • Cetak

Mengapa Kita Mesti Mengucap Syukur?

Penilaian Pengunjung: / 24
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 15:34
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
"Aku hendak bersyukur kepadaMu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya." Mazmur 86:12

Ada pepatah mengatakan bahwa hidup manusia itu ibarat sebuah roda yang senantiasa berputar, kadang kita berada pada posisi atas, dan kadang kita berada pada posisi yang bawah. Dengan demikian maka, hidup itu penuh dengan berbagai perubahan, ada kala kita mengalami kesuksesan besar, namun ada kalanya kita mengalami kegagalan besar. Ada saatnya hidup kita begitu mantap, namun tiba-tiba kita bisa saja menjadi goyah. Pada saat sukses, rasanya gampang untuk bersyukur kepada Tuhan, namun pada saat gagal, kita akan merasa sulit mengucap syukur pada Tuhan. Rasul Paulus di dalam 1 Tesalonika 5:18 mengatakan "Dalam segala keadaan hendaklah kalian bersyukur, sebab itulah yang Allah inginkan dari kalian sebagai orang yang hidup bersatu dengan Kristus Yesus."

Selanjutnya: Mengapa Kita Mesti Mengucap Syukur?

  • PDF
  • Cetak

Kehidupan Anda Berkualitas

  • Kamis, 30 April 2009 15:34
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
Saya yakin di dunia ini banyak orang kaya, mereka yang telah berjuang dari awal dan kerja keras atau mereka yang mendapat warisan dari orang tua. Harta kekayaan yang kita miliki ternyata tidak dapat membeli segalanya. Seorang penulis mengatakan, jika engkau memiliki uang, maka anda dapat membeli tempat tidur yang mahal, namun anda tidak dapat membeli tidur yang nyaman. Anda dapat membeli makanan yang enak, namun anda tidak dapat membeli nafsu makan. Anda dapat membeli obat-obatan yang mahal, namun anda tidak dapat membeli kesehatan. Jadi dengan kata lain, maka harta kekayaan kita ini bukan segala-galanya.

Selanjutnya: Kehidupan Anda Berkualitas

  • PDF
  • Cetak

Menuju Kedewasaan Rohani -- (Ibrani 5:12, 1 Kor 13:11)

Penilaian Pengunjung: / 18
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 15:33
  • Ditulis oleh Saumiman Saud

Menjadi dewasa tidak terjadi secara otomatis, namun perlu proses dan waktu. Dalam proses tersebut mungkin kita harus melewati berbagai tahap, sama seperti seorang anak, untuk mencapai dewasa maka ia harus melewati masa bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, masa pemuda dan dewasa hingga orang tua. Kita boleh berpuluh tahun menjadi orang percaya, namun tetap tidak menjamin bahwa anda telah dewasa rohani dalam Kristus. Itu sebabnya kita barangkali pernah mendengar istilah Kristen Bonsai. Pohon Bonsai adalah semacam pohon yang sudah berpuluh-puluh tahun usianya namun tetap saja kerdil, karena memang dibentuk secara demikian. Lalu, bagaimana sesungguhnya jika kerohanian kita hendak bertumbuh?

Selanjutnya: Menuju Kedewasaan Rohani -- (Ibrani 5:12, 1 Kor 13:11)

Selanjutnya...

Halaman 3 dari 37