Mengetahui vs Mengalami

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
I Kor 13:2 “Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.”

Alkisah ada dua orang buta sejak lahir sedang memperbincangkan seperti apakah warna hijau itu? Yang satu yakin bahwa warna hijau itu seperti musik yang lembut sedangkan yang lainnya yakin bahwa warna hijau itu seperti kain yang lembut. Karena masing-masing pihak tidak ada yang mengalah maka terjadilah perdebatan yang diakhiri dengan perkelahian.


Membaca kisah ini mungkin kita tertawa tetapi bukankah ini yang sering kita lakukan saat kita memperdebatkan tentang siapakah dan bagaimanakah Tuhan itu? Thomas Aquinas, seorang filsuf dan teolog besar asal Jerman menulis banyak buku yang dikagumi oleh banyak orang. Beberapa bulan sebelum ia meninggal, Aquinas berkata Tuhan telah menyentuh hidupnya begitu dalam sehingga ia tidak bisa menulis lagi. Para penggemar tulisannya memohonnya untuk menulis lagi tetapi Aquinas menjawab “ Aku tidak bisa, semua yang aku tulis bagaikan seperti jerami dibandingkan dengan apa yang telah aku saksikan dan dinyatakan bagiku.”

Rasul Paulus, seorang teolog jenius yang bisa dikatakan paling berpengaruh dalam dunia Kekristenan berkata pengetahuan yang dimilikinya itu sama sekali tidak berguna bila ia tidak memiliki kasih. Mempelajari teologia (ilmu tentang Tuhan) itu perlu tetapi teori saja tanpa mengalami sama sekali tidak ada gunanya. Seharusnya satu-satunya tujuan mempelajari teologia adalah agar kita semakin mengenal dan mengalami kasih Tuhan, bukan untuk memperdebatkannya agar merasa lebih baik dibanding orang lain. Bukan berarti kita tidak boleh mendiskusikannya tetapi bila kita sudah merasa paling/lebih benar dibanding orang lain maka diskusi itu sudah mengarah pada perdebatan.

Pengkotbah mengatakan manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. Anthony de Mello mengatakan pengetahuan tertinggi mengenai Tuhan adalah mengetahui bahwa Tuhan tidak dapat diketahui. Mello berkata “Konsep kita mengenai Tuhan bisa menjadi hambatan bagi kita untuk melihat (mengalami) Tuhan.” Salah satu hambatan untuk mengalami Tuhan adalah karena kita beranggapan mengetahui Tuhan.

Hanya dengan melihat maka kedua pengemis buta yang memperdebatkan seperti warna hijau itu akan benar-benar mengerti seperti apa itu warna hijau. Oh bayangkanlah betapa mereka akan merasa begitu bodoh bila tiba-tiba mata mereka bisa melihat warna hijau. Kedua orang buta itu pasti akan terdiam dan tidak akan berdebat lagi tentang definisi warna hijau sebab mereka telah melihat. Begitu juga orang-orang yang telah melihat (mengalami) Tuhan pasti tidak akan memperdebatkan lagi tentang Tuhan!

Sunanto Choa

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."