Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu!

Penilaian Pengunjung: / 6
TerjelekTerbaik 
Yos 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."

Sebelum Yosua memimpin bangsa Israel masuk ke dalam tanah Kanaan, Tuhan sampai tiga kali mengingatkannya untuk menguatkan dan meneguhkan hatinya. Sebagai seorang pemimpin, Yosua memang akan mengalami banyak tekanan sehingga Tuhan mengingatkannya untuk menguatkan dan meneguhkan hati. Bila anda dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin maka anda pasti akan mengalami banyak tekanan sebab anda menjadi target utama dari serangan musuh.
Musuh sangat mengetahui bahwa jika ia berhasil mengalahkan seorang pemimpin maka banyak orang lain yang akan terpengaruh.

Saat ini banyak orang yang dicekam oleh perasaan takut akibat banyaknya bencana alam dan kecelakaan transportasi. Belum lagi ditambah oleh ramalan-ramalan paranormal yang meramalkan masih ada bencana yang akan datang. Saudaraku, saya ingin mengingatkan anda bahwa rasa takut tersebut bukanlah datang dari Tuhan. Daripada mendengarkan ramalan-ramalan yang membuat anda semakin takut lebih baik anda mendekatkan diri pada Tuhan. Sama seperti Yosua, kita harus menguatkan hati kita dengan cara memperkatakan dan merenungkan Firman-Nya siang dan malam.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok tetapi kita tahu bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya dan terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Kita tidak akan meninggal meskipun bumi ini jungkir balik bila memang belum waktunya bagi kita untuk pulang ke rumah Bapa. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapa. Bukankah rambut kita saja tidak akan hilang sehelai pun tanpa seijin-Nya?

Tanggal 12 Oktober 2000, saya mengalami sebuah tekanan sangat berat yang belum pernah saya alami dan juga tidak pernah saya alami lagi di kemudian hari. Krisis itu dimulai ketika saya mengalami kecelakaan di pintu darurat waktu alarm kebakaran berbunyi di apartemen di mana saya tinggal. Dua jari saya terluka, berdarah dan retak akibat terjepit pintu darurat tersebut. Belum lagi jari tangan sembuh, kaki kiri saya keseleo sehingga mengalami pembengkakan. Beberapa hari kemudian, tiba-tiba saya diberhentikan dari pekerjaan sehingga saya sangat takut dengan kondisi keuangan yang pas-pasan. Waktu itu saya mengalami depresi berat dan hati saya sangat sedih serasa ingin mati (mungkin hal ini yang dirasakan Yesus waktu bergumul di Getsemani). Bahkan saya meminta kepada Tuhan untuk mengambil nyawa saya saat itu. Namun tiba-tiba, saya melihat sesosok tubuh berjubah putih dengan wajah yang bersinar penuh kasih berdiri di depan saya dan menumpangkan tangannya di atas kepala saya. Saat itu saya merasakan sebuah hadirat Tuhan yang begitu indah sehingga tanpa sadar air mata mulai mengalir. Kasih, damai sejahtera dan sukacita sorgawi yang belum saya rasakan sebelumnya memenuhi hati ini sehingga awan gelap itu terangkat. Jawaban untuk ketakutan bukanlah perubahan keadaan melainkan terpancang kokoh dalam kasih Tuhan.

Saudaraku yang kekasih, percayalah di tengah situasi bangsa kita yang sulit ini, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian dalam menghadapi kondisi sulit tersebut. Dia telah berjanji akan menyertai dan memberikan kita kemenangan bila kita mau berharap kepada-Nya. Seringkali bukan masalah kita yang terlalu besar tetapi iman kita yang terlalu kecil. Biarlah kita menjadi seperti Yosua dan Kaleb yang percaya bahwa Tuhan lebih besar dari semua musuh dan tantangan yang harus dihadapi. Musuh yang kita harus hadapi untuk masuk ke tanah perjanjian memang besar bagaikan raksasa tetapi bila Tuhan menyertai, kita pasti akan bisa mengalahkan mereka. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu sebab Tuhan menyertaimu senantiasa!

Sunanto Choa

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Jhoni Sampeanrung  - Kuatkan dan teguhkanlah hatimu     |222.124.4.xxx |16-12-2011 21:08:32
Shalom
Terimakasi Gloria Atas Renungan ini sangat menguatkan kita semua disaat
kita menghadapi tekanan berat dalam kehidupan kita merasa tidak mampu lagi.
saat itulah waktunya berserah Kepada Tuhan yang sangat mengasihi kita Tuhan
pasti akan datang seperti fajar memberikan kekuatan bagi kita Amin.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."