• PDF

Lubang Yang Dibuat Oleh Tuhan

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 12:32
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 1536 kali
Semua pasangan yang memutuskan untuk menikah pasti mengharapkan pernikahan mereka akan berlangsung bahagia dan langgeng selamanya. Namun dalam kenyataanya banyak pasangan yang kemudian memutuskan untuk bercerai sebab harapan mereka untuk membina rumah tangga yang bahagia tidak terwujud. Di Amerika, ditemukan satu dari tiga pernikahan akan berakhir dengan perceraian. Belakangan ini di Indonesia, terutama di kalangan selebritis fenomena kawin cerai juga sudah menjadi trend.

Biasanya orang yang memutuskan untuk menikah berharap pasangannya akan bisa memenuhi bagian dirinya yang kosong. Kita berpikir “ Jika aku benar-benar ingin memuaskan kebutuhanku maka aku harus memiliki seseorang di dalam kehidupan ini.” Kebanyakan gadis memimpikan satu hari kelak akan datang seorang pangeran yang akan meminang dirinya dan membuat hidupnya lengkap.
Tetapi sebelum satu tahun usia pernikahannya kepanikan mulai terbentuk sebab dia mulai menemukan bahwa suaminya bukan hanya gagal untuk memenuhi kekosongan dirinya malah sebaliknya menambah lubang itu semakin besar.

“Di dalam diri setiap manusia terdapat lubang yang dibuat oleh Tuhan dimana hanya Tuhan yang dapat memenuhinya”, demikian kata Agustinus. Dari sejak semula kita telah dirancang oleh Tuhan sedemikian rupa sehingga hanya Dirinya yang dapat memberi kepuasan yang sejati bagi jiwa kita.
Oleh karena itulah kita akan mengalami kekecewaan bila mencoba mencari pemenuhan jiwa kita melalui hubungan dengan orang lain, sex, jabatan, uang dan popularitas. Seringkali pikiran kita menipu kita dengan mengatakan bahwa bila kita memiliki seseorang atau sesuatu maka kita akan menjadi bahagia. Oh betapa bahagianya bila aku menikah dengan dia, oh betapa bahagianya bila aku memiliki jabatan itu, oh betapa bahagianya bila aku memiliki uang yang banyak. Saya banyak menemukan orang-orang yang kecewa setelah mereka memiliki apa yang mereka pikir bisa membahagiakan diri mereka sebab ternyata apa yang mereka kejar itu tidaklah memuaskan jiwa mereka, bahkan sebaliknya membuat hidup mereka semakin kosong.

Saya percaya banyak diantara anda yang membaca tulisan ini pasti pernah mengalami kekecewaan dalam hidup ini. Sama seperti anda, saya juga banyak mengalami kekecewaan dalam hidup ini. Saya menemukan dibalik setiap kekecewaan terdapat harta karun kehidupan yang dapat ditemukan bila kita mau menggalinya. Kita dapat memanfaatkan kekecewaan sebagai pendorong untuk mencari Allah, sang sumber kepuasan yang sejati. Natur dosa yang kita miliki memang cenderung membawa kita untuk mencari pemenuhan diri bukan pada Allah. Hanya mereka yang telah menelan pil pahit dari kekecewaan yang akhirnya menyadari bahwa hanya Allahlah yang dapat memenuhi kekosongan dirinya!

Sunanto Choa

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."