Menjadi Pria Sejati Yang Maksimal (1)

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Rom 5:19 “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.“

Alkitab berkata oleh ketidaktaatan satu orang maka semua orang telah menjadi orang berdosa. Dalam terjemahan bahasa Inggris kata satu orang dituliskan dengan kata ‘Man’ yang artinya adalah ria. Mengapa Alkitab mengatakan karena satu orang (pria) meskipun sebenarnya yang berbuat dosa lebih dahulu adalah wanita (Hawa)? Bukankah seharusnya ditulis oleh karena wanita maka semua orang telah menjadi orang berdosa? Bukankah lebih adil bila ditulis oleh karena pria dan wanita maka semua orang menjadi orang berdosa?


Oh tidak, Tuhan itu maha adil, Alkitab mengatakan oleh karena seorang pria semua orang menjadi berdosa sebab memang prialah diberi tanggung jawab oleh Tuhan. Sebagai pemimpin, pria harus bertanggung jawab atas aa yang dilakukan oleh isteri dan anak-anaknya. Sebenarnya dosa Adam yang terbesar bukanlah karena ia telah memakan buah terlarang melainkan karena ia menolak bertanggung jawab atas kesalahannya dan isterinya sehingga akibat penolakannya untuk bertanggung jawab itu semua orang menjadi berdosa. Akan tetapi Yesus Kristus, sang pria sejati itu datang mengambil tanggung jawab atas dosa semua orang sehingga oleh ketaatanNya semua orang menjadi orang benar.

Beberapa waktu silam air mata saya sempat menetes ketika menyaksikan pengakuan Lidya Pratiwi tersangka pembunuh Naek Gomgom H. Yang membuat saya terharu, Lidya mengatakan dia sangat sedih (dia mengatakannya sambil menangis) sebab ayahnya sama sekali tidak memperdulikan keadaannya yang sedang sulit itu. Tidak adanya figur seorang ayah yang bertanggung jawab menyebabkan Lidya Pratiwibertumbuh menjadi seorang gadis remaja yang labil sehingga mudah dipengaruhi untuk melakukan hal yang salah. Anak laki-laki dan anak perempuan memperoleh identitas diri mereka dari Ayah sehingga mereka yang tidak memiliki figur Ayah yang baik akan bergumul dengan identitas (gambar) dirinya.

Dari Ibu, kita menerima kasih sayang dan pemeliharaan tetapi indentitas diri kita diperoleh dari Ayah. Sayangnya bagi banyak orang kata Ayah, Bapak atau Papa hanya melambangkan kepedihan, teror, ketakutan dan kehilangan. Yakub merupakan contoh seseorang yang mengalami krisis identitas akibat kurangnya penerimaan dari seorang ayah. Yakub memang lebih dikasihi oleh ibunya tetapi ayahnya lebih mengasihi Esau. Akibat krisis identitas itu Yakub bertumbuh menjadi seorang penipu dan pembohong. Yakub menipu ayahnya sebab ia menginginkan hak kesulungan, padahal sebenarnya yang dibutuhkannya adalah penerimaan ayahnya.

Bersambung…

Sunanto Choa

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."