Menjadi Pria Sejati Yang Maksimal (2)

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Amsal 28:13 “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”

Dale Carniege, penulis buku best seller ‘How to Win Friends and Influence People’ mengatakan agar berhasil bergaul dengan orang lain, anda harus memberi cara mereka berubah tanpa membuat mereka harus mengakui kesalahan mereka. Akan tetapi, ini bukanlah cara yang dipakai oleh Tuhan untuk mengubah kita.
Bila kita ingin berubah menjadi pria sejati yang maksimal maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah bertobat. Salah satu hal yang paling sulit dilakukan oleh pria adalah mengakui bahwa dirinya bersalah. Pria lebih suka menyalahkan orang lain daripada menghadapi kebenaran bahwa dirinya perlu berubah. Banyak pria yang lebih baik mati daripada kehilangan muka dengan mengakui kesalahannya.

Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang dua orang yang datang berdoa di bait Allah yaitu orang Farisi dan pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya: “Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.” Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Yesus mengatakan pemungut cukai ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang Farisi itu tidak. Pemungut cukai itu dibenarkan Allah sebab ia datang berdoa dengan sikap yang rendah hati sedangkan orang Farisi berdoa dengan sikap hati yang sombong.

Alkitab berkata, "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Inilah saatnya bagi kita sebagai pria Allah untuk bertobat dan memikul tanggung jawab yang telah Tuhan berikan kepada kita. Biarlah kita tidak mengulangi kesalahan generasi sebelumnya yang tidak memikul tanggung jawab. Bila pria berubah maka keluarga akan berubah, bila keluarga berubah maka masyarakat akan berubah dan bila masyarakat berubah maka bangsa akan berubah!

Bersambung …

Sunanto Choa

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."