• PDF

Menjadi Pria Sejati Yang Maksimal (3)

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 13:12
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 2074 kali
Mat 6:14-15 “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Hampir tidak ada orang yang tidak pernah mengalami luka batin dalam hidupnya. Walaupun dalam kadar yang berbeda, setiap kita pasti pernah mengalami sakit hati dengan orang lain. Namun bila luka batin itu terjadi pada waktu masa kanak-kanak maka hal itu akan berpengaruh besar dalam kehidupan kita sebagai orang dewasa. Kemanusiaan yang dewasa berakar pada masa kanak-kanak dan banyak pemikiran kita hari ini yang berasal dari pengalaman kita sebagai anak-anak.
Harga diri, kesadaran batin mengenai jati diri, seksualitas yang kita miliki sebagai seorang pria dewasa berakar dari pada masa kanak-kanak kita.

Langkah kedua untuk menjadi pria sejati yang maksimal adalah mengampuni. Mengampuni bukanlah perasaan melainkan sebuah keputusan. Mengampuni juga bukan berarti kita menyangkal kesalahan orang yang telah melukai hati kita. Melepaskan pengampunan merupakan kunci utama untuk mengalami kesembuhan batin. Melepaskan pengampunan akan mematahkan kutuk generasi sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya.

Saya sendiri mengalami luka batin yang parah karena penolakan yang terjadi ketika saya masih kanak-kanak. Dibutuhkan waktu selama sekitar 12 tahun sehingga luka-luka batin itu bisa pulih sampai ke akar-akarnya. Setelah melalui krisis demi krisis dan banyak air mata akhirnya luka-luka batin itu bisa sembuh sampai ke akar-akarnya. Saya percaya Tuhan tidak pernah menentukan saya lahir sebagai anak yang ditolak sehingga mengalami depresi yang berkepanjangan ketika beranjak remaja. Saya tidak tahu mengapa Tuhan mengijinkannya terjadi (nanti akan saya tanyakan di surga) tetapi saya percaya Tuhan berdaulat menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup saya. Salah satu kebaikannya adalah agar saya bisa menolong orang lain yang mengalami masalah yang sama.

Satu waktu Petrus bertanya kepada Yesus, sampai berapa kali ia harus mengampuni orang yang telah berbuat dosa kepadanya. Petrus mngira mengampuni tujuh kali sudah cukup tetapi Yesus malah menjawab bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (490 kali). Bayangkan kita disuruh mengampuni kesalahan orang lain selama 490 kali. Dengan kata lain, Yesus bermaksud mengatakan bahwa berapa kali pun orang lain berbuat kesalahan kepada kita maka kita harus mengampuni mereka.

Satu waktu seorang pemimpin rohani yang saya sangat hormati menghina dan mengecam saya di depan umum. Waktu itu saya sangat terluka sebab orang yang saya hormati dan doakan setiap hari malah melakukan hal yang begitu menyakitkan. Bila menuruti keinginan daging, saya ingin membalasnya tetapi saya memutuskan untuk melepaskan pengampunan dan memberkatinya. Akhirnya pemimpin tersebut menyadari kesalahannya dan sampai hari ini hubungan kami tetap baik. Saya percaya bila waktu itu saya tidak melepaskan pengampunan maka kerohanian saya pasti akan mengalami stagnasi. Saya tidak akan menjadi seperti hari ini bila tidak memutuskan untuk mengampuni setiap orang yang telah berbuat kesalahan terhadap saya.

Saya tahu banyak diantara saudara yang membaca tulisan ini memiliki luka batin akibat perlakuan orang lain yang tidak adil. Bukan saya, melainkan Tuhan yang memerintahkan anda untuk melepaskan pegampunan bagi setiap orang yang telah bersalah kepada anda. Orang yang menolak mengampuni akan menahan kesalahan orang yang telah melakukan kesalahan itu. Bila kita tidak mengampuni kesalahan Ayah kita maka kita akan mengulangi kesalahan tersebut kepada anak-anak kita. Ampunilah dan putuskanlah kutuk generasi itu supaya Tuhan jangan datang memukul bumi sehingga musnah!

Bersambung…

Sunanto Choa

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."