• PDF

Dukacita Yang Membawa Pada Pertobatan

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 13:35
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 2184 kali
II Kor 7:9 “namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh karena kami.”

Seorang pembaca setia dari tulisan-tulisan saya mengatakan bahwa saya cenderung lebih menekankan penderitaan, kemiskinan dan kegagalan dibandingkan dengan keberhasilan dan kemakmuran dalam tulisan-tulisan tersebut. Sebenarnya saya bukanlah seseorang yang memuja penderitaan, kesakitan atau kemiskinan.
Saya tidak menentang pengajaran keberhasilan dan kemakmuran ekonomi sebab itu memang ada di Alkitab. Akan tetapi saya juga percaya bahwa penderitaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup Kekristenan. Saya percaya bahwa penderitaan, penyakit dan kemiskinan tidak selalu karena akibat kutuk melainkan bisa juga karena kehendak Allah seperti yang terjadi pada jemaat di Smirna.

Saya percaya Bapa di surga pasti juga turut menderita saat anak-anak-Nya mengalami penderitaan.
Hati Bapa menangis saat melihat anak-anak-Nya yang sedang meratap dalam kesakitan. Bukankah bapa di dunia ini yang tidak sempurna saja akan merasa menderita bila ada anaknya yang sedang menderita? Namun Dia mengijinkan hal itu terjadi karena dukacita tersebut akan membawa kita pada pertobatan yang mendalam dimana hal itu akan membuat kita semakin mengenal-Nya dan mengalami keindahan kasih-Nya. Tujuan Tuhan mengijinkan kita mengalami dukacita, kesakitan dan kekecewaan hanyalah untuk membawa kita untuk mendekat pada-Nya. Bapa rindu berbagi kasih dengan setiap kita sebab kita ini merupakan anak-anak-Nya yang sangat dikasihi-Nya. Seringkali kita ini lebih suka bekerja untuk Tuhan dibanding bersekutu dan mencari wajah-Nya.

Menurut Larry Crabb pertobatan yang sejati hanya akan terjadi bila kita mengalami cukup penderitaan. Supaya pertobatan cukup mendalam untuk membersihkan banyak kekotoran kita, kita harus menanggung beberapa kesukaran. Anak yang hilang itu tidak akan memutuskan untuk pulang ke rumah bapanya bila ia tidak mengalami cukup kesukaran. Sama seperti anak yang terhilang itu banyak di antara kita yang tidak berpaling kepada Tuhan sampai kita mengalami jalan buntu dalam kehidupan ini. Saya bersyukur untuk setiap penderitaan dan kesulitan yang Tuhan ijinkan menimpa diri saya sebab tanpa itu saat ini saya pasti akan sangat jauh dari-Nya.

Setelah lebih dari 14 tahun mengikuti dan melayani Yesus, saya mengalami bahwa Dia itu merupakan pribadi yang sangat baik. Dia telah mengubah saya dari seorang pribadi yang depresi dan kesepian menjadi seorang yang dipenuhi oleh kasih dan sukacita ilahi. Dia telah mengubah ratapanku menjadi tari-tarian. Proses untuk mengalami perubahan itu memang sangat menyakitkan, kadang sampai harus mencucurkan air mata. Namun dukacita tersebut membawa saya pada pertobatan yang sejati yang akhirnya menghasilkan buah kedamaian. Biarlah kita semua mengalami dukacita yang menurut kehendak Allah ini!

Sunanto Choa

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."