Dicari: Pemimpin Yang Berkarakter

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Munaslub Partai Damai Sejahtera (PDS) yang dilakukan bulan April tahun lalu bukannya membuat partai ini semakin solid tetapi justru menghasilkan sebuah konflik baru antara kubu Rahmat Manullang yang terpilih sebagai ketua umum baru dan kubu Ruyandi Hutasoit yang tidak mengakui hasil Munaslub tersebut. Kabarnya Ruyandi Hutasoit tidak bersedia untuk mundur dari kursi ketua umum sehingga dia terkesan terburu-buru menutup Munaslub sebelum acara pemilihan ketua umum dilangsungkan. Namun acara Munaslub tetap dilangsungkan dan menghasilkan sebuah kepengurusan baru. Walaupun saya bukan kader atau simpatisan PDS (saya tidak memilih PDS pada Pemilu lalu) tetapi saya sedih dengan terjadinya konflik tersebut. Konflik ini semakin meneguhkan saya bahwa bangsa ini tidak membutuhkan pemimpin-pemimpin yang hanya pandai bicara melainkan pemimpin-pemimpin yang memiliki karakter Kristus. Bangsa ini memerlukan Yusuf-Yusuf dan Daniel-Daniel yang memiliki karakter, hikmat dan dipenuhi oleh Roh Kudus sehingga akan menjadi terang dan garam bukannya malah digarami.

Salah satu tanda pemimpin yang memiliki karakter adalah dia tidak menjadikan posisinya sebagai berhala dalam hidupnya sehingga dia tidak akan berusaha mempertahankan posisi tersebut. Seorang pemimpin yang takut kehilangan jabatannya menandakan dia tidak memiliki karakter sebab dia menaruh keberhargaan (rasa aman) dirinya pada jabatan tersebut. Untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang berkarakter diperlukan sebuah proses persiapan seperti yang dijalani oleh Yusuf. Pemimpin yang lahir tanpa terlebih dahulu melalui sebuah proses persiapan biasanya akan mengalami kegagalan. Pada awalnya mungkin ia kelihatan berhasil di mata manusia tetapi pada akhirnya dia pasti akan mengalami kegagalan. Karisma dapat membuat seseorang mencapai posisi tertentu tetapi karakterlah yang membuatnya bertahan pada tempat itu. Popularitas dapat diperoleh melalui karisma tetapi kebesaran datang melalui karakter.

Seperti yang sering saya utarakan bahwa mereka yang telah memiliki karakter Kristus tidak lagi berambisi untuk mengejar kekayaan dan jabatan di dunia ini sebab mereka telah menemukan harta karun kehidupan yang sejati. Mereka merupakan orang-orang yang memiliki Allah sebagai milik pusaka dimana sukacita dan kebahagiaan mereka yang terbesar lahir dari pengenalan akan Allah. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi mereka dibandingkan dengan waktu mereka bersekutu dengan Allah lewat doa. Mereka merupakan generasi yang akan dipakai oleh Tuhan untuk mengubah sejarah bangsa ini dan bangsa-bangsa. Saya sungguh merindukan lahirnya generasi baru yang akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa ini.

Melalui tulisan ini saya sama sekali tidak bermaksud untuk mendiskreditkan nama PDS. Tulisan ini lahir justru karena saya mencintai PDS yang berlambangkan Salib dan burung merpati itu. Harapan dan doa saya semoga PDS benar-benar menjadi sesuai namanya yaitu untuk mendatangkan damai sejahtera (syalom) dan menjadi terang di Indonesia. Semoga satu hari nanti akan lahir banyak pemimpin yang berkarakter di bangsa ini!

Sunanto Choa

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."