• PDF

Tidak Ada Yang Kebetulan

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 15:01
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 2050 kali
Selama dua bulan terakhir ini saya kembali mengalami pergumulan berat karena Papa saya harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit kanker yang sudah stadium 4. Hampir setiap malam saya menginap di rumah sakit menemani Papa yang kelihatannya sangat menderita. Setelah dirawat hampir satu bulan lebih kelihatannya keadaannya tidak membaik. Hampir sekujur tubuhnya membengkak, kesakitan dan kaki kanannya mengeras akibat terjadinya pembekuan darah.

Saya sempat menangis tersedu-sedu melihat keadaan Papa yang sangat menderita. Saya bertanya kepada Tuhan bila memang sudah waktunya Papa pulang mengapa harus mengalami penderitaan seperti itu. Akan tetapi, Tuhan memberi iman di hati saya bahwa belum waktunya bagi Papa untuk pulang ke surga. Saya berdoa siang dan malam serta memohon dukungan dari para sahabat agar kehendak Tuhan yang sempurna terjadi dalam diri Papa saya. Beberapa hari yang lalu mujizat terjadi, dokter mengijinkan Papa untuk pulang ke rumah karena keadaanya membaik. Badannya mengempis dan kakinya yang mengeras menjadi lunak. Hari ini walaupun kondisinya masih sangat lemah tetapi Papa sudah melewati masa kritis dan saat ini tidak lagi merasa kesakitan. Dalam kesempatan ini saya memohon kepada semua saudara seiman untuk mendukung dalam doa agar kehendak Tuhan yang sempurna terjadi dalam diri Papa. Bila Tuhan ingin menyembuhkan biarlah itu terjadi tetapi bila memang sudah waktunya Papa pulang biarlah dimudahkan jalannya tanpa harus banyak menderita.

Selama dua bulan ini saya belajar sesuatu yaitu bahwa dalam Tuhan tidak ada yang namanya kebetulan. Saya percaya penyakit yang diderita oleh Papa bukanlah sebuah kebetulan belaka. Melalui pergumulan yang berat ini saya bisa melihat kemuliaan Allah dinyatakan dalam hidup saya, Papa dan keluarga. Saya menerima penderitaan ini sebagai sebuah hal yang datang dari Tuhan, bukan karena sebuah kebetulan belaka. Saya bersyukur bila memang ternyata nanti penyakit Papa bisa sembuh.
Seandainya penyakit Papa tidak sembuh saya juga akan tetap bersyukur sebab saya melihat begitu banyak kebaikan yang saya alami selama menghadapi pergumulan ini.

Saudaraku yang kekasih, jika ada di antara Anda yang sedang mengalami situasi yang tidak enak maka terimalah itu sebagai sesuatu yang datang dari Tuhan. Serahkanlah semuanya ke dalam tangan Tuhan dan berdoalah agar kehendakNya yang sempurna terjadi. Tuhan tidak pernah menjanjikan kita akan bebas dari kesulitan tetapi Dia berjanji akan menyertai dan memberikan kita kekuatan dalam melewati semua itu. Allah mana yang seperti Allah kita, Dia adalah Allah yang sungguh sangat baik.
Sebab dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita!
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."