Mengejar Karakter

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
Amsal  21:21 "Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan."

Dalam bukunya ‘Halftime’, Bob Bufford menyatakan bahwa bahwa sebagian besar orang Amerika menghabiskan paruh pertama dari karier mereka dengan membanting tulang untuk meraih sukses, hanya untuk mendapati bahwa mereka tidak berbahagia. Banyak pria dan wanita berusia 50-an yang telah mengalami kesuksesan dalam karier mereka akhirnya menyadari bahwa bukan kesuksesan yang mereka inginkan melainkan arti kehidupan.

Banyak orang yang mengira bila mereka mengalami keberhasilan dalam hidup maka mereka akan berbahagia tetapi nyatanya yang mereka dapatkan adalah kekosongan. Seorang pengusaha yang berhasil berkata kepada saya bahwa ia merasa tidak berbahagia dan bingung ingin berbuat apa lagi. Bahkan seorang hamba Tuhan yang berhasil membangun banyak pelayanan besar mengaku mengalami kesepian dan kekosongan dalam dirinya.

Seorang sahabat saya yang juga pendukung setia Partai Damai Sejahtera merasa sangat kecewa dengan perpecahan yang terjadi dalam partai tersebut. Lalu saya katakan kepada dia bahwa penyebab utamanya tidak lain adalah masalah karakter. Bukankah Alkitab mengatakan bahwa jika terjadi iri hati dan perselisihan maka itu tandanya mereka masih manusia duniawi? Saya percaya Tuhan mengijinkan hal itu terjadi untuk mengajarkan kita bahwa tidak cukup hanya bermodalkan semangat untuk bisa menjadi terang dan garam bagi negeri ini. Hanya mereka yang memiliki karakter yang dapat menjadi seperti Yusuf dan Daniel yang mampu menjadi terang dan garam meski mereka berada di tengah-tengah pemerintahan yang kafir.

Untuk dapat memiliki karakter, kita harus terlebih dahulu menjalani sebuah proses yang biasanya tidak mengenakkan. Sebelum diangkat menjadi seorang pemimpin, Yusuf terlebih dahulu harus mengalami proses belasan tahun dengan menjadi budak dan narapidana. Di rumah potifar dan di penjara, Yusuf belajar untuk memiliki hati seorang hamba dengan melayani orang lain. Melalui masa-masa yang tidak nyaman tersebut, Tuhan membentuk karakternya sehingga akhirnya ketika dia sudah siap maka Tuhan sendiri yang mempromosikannya. Promosi yang sejati datang dari Tuhan bukan dari manusia. Bila Tuhan yang meninggikan maka tidak ada yang dapat merendahkan; Bila Tuhan yang membuka pintu maka tidak ada yang dapat menutupnya. Oleh sebab itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan-Nya yang kuat supaya kamu ditinggikan pada waktunya.

Dunia mengatakan bila kamu ingin menjadi yang terbesar maka singkirkan saingan dan promosikan dirimu. Tetapi Yesus berkata barangsiapa yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling kecil dan barangsiapa ingin menjadi pemimpin hendaklah ia menjadi sebagai pelayan. Dalam bukunya ‘Humility’, Andrew Murray menulis "Kerendahan hati yang paling dalam merupakan rahasia kebahagiaan yang paling besar, rahasia sukacita yang tidak dapat dihancurkan oleh apapun." Marilah kita berusaha untuk menjadi yang terkecil dan menjadi hamba bagi semua orang. Marilah kita mengejar karakter Kristus supaya kita dapat menjadi terang dan garam bagi dunia ini!

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
bona  - good stuf   |180.248.80.xxx |13-09-2012 14:54:46
Tnks
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."