• PDF

Tertindas Itu Baik Bagiku

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 15:02
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 2123 kali
Mazmur 119:71 “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Sekolompok ilmuwan yang mengadakan sebuah percobaan dengan menanam pohon dalam ruang terlindung yang dinamakan ‘kubah biosfer’. Dalam kubah tersebut pohon-pohon yang ditanam tetap menerima sinar matahari dan disirami air tetapi tidak akan mengalami angin kencang atau badai seperti pohon yang ditanam di ruangan terbuka. Setelah beberapa waktu, para ilmuwan tersebut amat heran sebab pohon yang ditanam dalam ruang terlindung tersebut tidak bertumbuh tinggi dan lurus tetapi menekuk ke bawah. Lingkungan yang kelihatannya sempurna tersebut justru tidak menghasilkan pohon yang sehat. Tanpa perlawanan dan tekanan, pohon-pohon tersebut bertumbuh cepat pada awalnya tetapi akhirnya mereka tidak mempunyai kekuatan untuk berdiri tegak.
 
Tekanan-tekanan dalam kehidupan yang seakan-akan akan menghancurkan hidup kita sebenarnya merupakan alat Tuhan untuk membuat kita bertumbuh kuat dan semakin mengakar dalam Firman-Nya. Hanya melalui penderitaan dan penganiayaanlah dapat dihasilkan orang-orang Kristen yang dewasa dan teguh imannya. Orang-orang yang ingin dipakai Tuhan untuk mengubah dunia ini harus terlebih dahulu diproses melalui panasnya api penderitaan. Belajar teologia itu baik dan perlu tetapi bila ingin dipakai oleh Tuhan untuk mengubah dunia ini kita juga harus belajar di sekolah padang gurun untuk membentuk karakter kita.
 
Belakangan ini bagi kita yang tinggal di Indonesia bukanlah sebuah masa yang mudah terutama dalam hal ekonomi. Dimana-mana saya mendengar banyak orang mengeluh dengan situasi ekonomi yang kelihatannya semakin buruk ini. Bahkan tukang bakmi langganan saya yang juga kebetulan seorang anak Tuhan mengeluh dan menyalahkan pemerintah karena harga minyak tanah yang naik. Harga-harga barang hampir semuanya naik tetapi pendapatan tidak naik malah ada yang berkurang. Akan tetapi, sebagai anak Tuhan kita harus berbeda dengan orang dunia. Kita jangan ikut-ikutan mengeluh dan mengecam orang lain dalam situasi sulit ini. Justru keadaan yang sulit ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa kita berbeda dengan orang dunia. Jika kita hanya bisa bersyukur bila keadaan baik, maka apa bedanya kita dengan orang dunia? Dunia akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan jika kita bisa tetap bersyukur dan bersukacita walau dalam penderitaan.
 
Saya percaya bahwa rencana Tuhan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan makmur tidak akan gagal. Saya percaya saat ini kita sedang berada di ambang sebuah kebangunan rohani besar yang nantinya akan membawa perubahan bagi negeri ini. Sebelum kita masuk ke tanah perjanjian tersebut memang ada padang gurun (masa sulit) yang harus dilalui. Biarlah dalam masa-masa sulit ini kita tetap bersyukur dan percaya bahwa Tuhan tidak akan lalai untuk menggenapi janji-Nya. Percayalah, Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Nya yang gagal!
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."