• PDF

Orang Yang Terluka Akan Melukai

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 15:04
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 2107 kali
Ketika John Maxwell baru memulai pelayanannya sebagai seorang pendeta muda, ia mengalami serangan dari seseorang dimana setiap minggu selama tujuh tahun orang itu mengirimkan surat yang berisi kritik dan kecaman. Bahkan ketika John mencoba bertemu secara langsung dan ingin menyalaminya, orang tersebut menolak untuk bersalaman. Pada awalnya ia sempat heran mengapa orang ini bersikap sedemikian negatif. Teryata orang yang telah mengkritiknya habis-habisan ini dulunya pernah menjadi anggota dewan gereja dan mendapat perlakukan buruk dari seorang pendeta sehingga sejak itu ia beranggapan semua pendeta adalah jahat dan tidak dapat dipercaya. Setelah mengetahui hal itu, John Maxwell berusaha mendapatkan kepercayaan orang itu kembali dan akhirnya setelah berjuang cukup lama maka orang yang telah mengkritiknya selama tujuh tahun itu menjadi teman baiknya.

Seperti yang pernah saya ceritakan, saya dulu pernah mengalami luka batin yang dalam akibat penolakan yang saya alami sejak masih kanak-kanak. Akibatnya saya bertumbuh menjadi seseorang yang bersifat negatif, penuh kritik dan banyak melukai orang lain. Pada awalnya saya tidak menyadari bahwa penyebab saya sering melukai orang lain adalah karena saya sendiri merupakan orang yang terluka. Seringkali saya menganggap orang lain yang terluka itu terlalu sensitif perasaannya. Ternyata bukan orang lain yang terlalu sensitif melainkan karena saya yang terluka sehingga saya melukai orang lain. Oleh kemurahan-Nya setelah saya dipulihkan maka orang-orang yang dulunya saya anggap terlalu sensitif ini bisa merasa aman dan tidak terluka dengan saya lagi.

Langkah pertama untuk bisa dipulihkan adalah menyadari bahwa Anda perlu dipulihkan. Hanya orang sakit yang merasa memerlukan obat untuk kesembuhannya. Namun kebanyakan orang malah lebih suka menyalahkan orang lain dibanding menyadari bahwa mereka perlu dipulihkan. Oleh karena itu Tuhan akan menggunakan krisis sebagai alat untuk menyadarkan diri kita. Krisis tidak dapat mengubah manusia melainkan hanya akan menunjukkan siapa sesungguhnya manusia itu. Respon kita dalam menghadapi krisis yang akan menyebabkan kita berubah semakin baik atau malah semakin buruk. Bila kita menyerahkan diri dan taat sepenuhnya kepada Tuhan maka kita akan berubah semakin serupa karakter Kristus sebaliknya bila kita memberontak dan melawan Tuihan maka kita akan menjadi semakin buruk.

Satu pelajaran yang ingin saya bagikan kepada Anda semua bahwa pemulihan itu merupakan sebuah proses. Diperlukan penyerahan diri dan ketaatan total bila Anda ingin benar-benar dipulihkan sampai ke akar-akar luka jiwa Anda. Saya berdoa kiranya Anda semua yang bergumul dengan luka-luka batin yang Anda alami di masa lampau bisa mengalami pemulihan total sampai ke akar-akarnya. Hanya Yesus yang dapat mengubah hati yang dipenuhi dengan kepahitan menjadi hati yang dipenuhi dengan kasih!
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."