Naomi - Wanita Allah Yang Tegar

Penilaian Pengunjung: / 7
TerjelekTerbaik 
Rut 1:5 “Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.”

Ketika Ayah saya meninggalkan dunia ini sekitar tiga bulan yang lalu, saya menyaksikan Ibu saya mengalami masa-masa yang sungguh tidak mudah. Ditinggalkan selamanya oleh orang yang kita kasihi memang sangat menyakitkan. Meskipun kita menyadari bahwa satu hari kelak setiap orang pasti akan meninggal tetapi tetap saja ada perasaan duka setiap kali kali kita kehilangan orang-orang yang kita kasihi. Nenek dan Ayah saya meninggal dalam Tuhan, keduanya menarik napas terakhir setelah saya menumpangkan tangan mendoakan mereka untuk terakhir kalinya. Sampai hari ini masih ada perasaan kehilangan di hati saya setiap kali mengingat mereka.

Bayangkan betapa beratnya duka yang harus dialami oleh Naomi, dia bukan saja telah kehilangan suaminya tetapi juga kehilangan dua orang anaknya. Setelah kedua putranya meninggal, Naomi meminta para menantunya yang merupakan orang Moab untuk pulang ke rumah orang tua mereka masing-masing. Pada awalnya kedua menantunya ingin tetap mengikutinya tetapi akhirnya hanya Rut yang bersikeras untuk tetap mengikuti Naomi. Lalu Naomi bersama Rut pulang ke kita Betlehem, tanah Yehuda dan kepulangan mereka membuat gempar seluruh penduduk Betlehem. Kegemparan itu mungkin disebabkan oleh berita yang telah mereka dengar tentang semua ketragisan yang telah dialami oleh Naomi. Mungkin juga wajah Naomi yang kusut dan suram akibat duka yang mendalam membuat para perempuan Betlehem ragu apakah itu benar Naomi yang dulu mereka kenal sehingnga mereka bertanya, “Naomikah Itu?” Tetapi Naomi berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.”

Naomi memang mengalami banyak hal yang pahit tetapi dia tidak tinggal dalam kepahitan tersebut.
Dia tidak menyangkal hal-hal buruk yang telah menimpanya tetapi ia tidak menjadi kecewa dengan Allah. Malah sebaliknya Naomi membantu menjodohkan Rut dengan Boas sehingga pasangan ini nantinya melahirkan salah satu garis keturunan dari Kristus. Orang yang kepahitan tidak akan memikirkan atau melakukan sesuatu untuk membahagiakan orang lain seperti yang dilakukan Naomi terhadap Rut. Alkitab mencatat pada akhirnya Naomi menghabiskan masa tuanya dengan sangat indah dimana dia mengasuh cucunya yang merupakan garis keturunan dari Mesias.

Kisah Naomi ini mengajarkan kita bahwa kita tidak boleh pernah putus asa dalam menghadapi beratnya persoalan hidup. Hal-hal yang pahit boleh menimpa hidup kita tetapi kita jangan tinggal dalam kepahitan tersebut. Sesulit dan seberat apapun masalah yang kita hadapi, kita harus tetap bersikap positif sebab dibalik semua itu ada hal indah yang Tuhan telah sediakan. Tetaplah melayani orang lain dan berusaha membahagiakan sesama seperti yang dilakukan oleh Naomi. Pada akhirnya kita pasti akan melihat pelangi kasih-Nya dinyatakan dalam hidup kita! 
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."