• PDF

Tembok Yang Retak

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 22 Oktober 2009 11:39
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 3551 kali

Mazmur 11:3 “Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?”

Beberapa tahun yang lalu, rumah salah seorang sahabat saya mengalami keretakan pada tembok-temboknya. Kebetulan rumah ini dibangun sendiri oleh sahabat saya ini sebab dia juga merupakan seorang kontraktor. Lalu dia menceritakan kepada saya bahwa ketika membangun rumah tersebut dia sempat mengalami masalah keuangan sehingga pondasi rumah tersebut sebenarnya tidak layak untuk bangunan dua tingkat. Pada awalnya rumah tersebut tidak mengalami masalah tetapi setelah dihuni beberapa tahun maka mulai temboknya mengalami keretakan. Hari ini rumah tersebut sudah diperbaiki pondasinya sebab keretakannya semakin meluas sehingga sangat membahayakan bagi penghuninya.

Tembok yang retak ini mengajarkan saya bahwa pondasi itu jauh lebih penting daripada bangunan yang di atasnya. Pondasi sebuah bangunan memang tidak kelihatan dari luar tetapi sebenarnya itu merupakan bagian yang terpenting. Membangun kehidupan batiniah (karakter) jauh lebih penting daripada membangun kehidupan lahiriah (karunia). Kita harus lebih mementingkan mengembangkan karakter dibanding mengembangkan karunia atau talenta. Semakin tinggi sebuah bangunan maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun pondasinya; semakin besar karunia yang dimiliki seseorang semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun karakternya.

Ketika membicarakan karakter, saya tidak membahasnya sejauh teori melainkan saya telah mengalaminya sendiri. Saya sendiri pernah mengalami kesalahan dalam membangun kehidupan kekristenan saya dimana saya pernah lebih mementingkan karisma dibanding karakter. Setelah bertobat saya sangat aktif melayani dan berusaha mengembangkan karunia-karunia seperti berkotbah, mengajar dan konseling tetapi melupakan pengembangan karakter. Pada awalnya semuanya berjalan dengan lancar tetapi lambat laun saya mulai mengalami kekeringan, keletihan dan konflik. Sekitar tujuh tahun yang lalu, saya berubah lebih memfokuskan diri pada pengembangan karakter. Seperti proses pembangunan pondasi pada sebuah bangunan yang lebih sulit dan menjemukan dibanding membangun bangunan yang di atasnya demikian juga proses pembangunan karakter itu lebih sulit dan menjemukan sebab hal tersebut tidak kelihatan dari luar.

Salah satu penulis favorit saya, Jond Sanford mengatakan bahwa pemulihan bangsa-bangsa itu membutuhkan kedewasaan. Tuhan sedang membangkitkan sebuah pasukan besar yang terdiri dari mereka yang bukan lagi anak-anak yang melakukan kehendaknya sendiri tetapi sebuah pasukan tentara yang penuh disiplin, mati terhadap kepentingan sendiri dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Peperangan rohani melawan penguasa-penguasa kegelapan tidak ditujukan kepada anak-anak dalam iman. Pemulihan bangsa-bangsa membutuhkan pria dan wanita yang hatinya benar-benar tenggelam dalam kasih Bapa sehingga jalan-jalan-Nya begitu nyata dalam semua hal yang mereka pikirkan dan lakukan.

Tuhan telah menaruh kerinduan di hati saya untuk melihat satu hari nanti Indonesia akan mengalami transformasi ke dalam tujuan-Nya (destiny). Saya percaya, saat ini Roh Kudus sedang bekerja untuk membangkitkan sebuah pasukan yang dewasa, mengenal Allah dan memiliki karakter yang kuat. Pasukan ini nantinya yang akan dipakai oleh Tuhan untuk menaklukkan pengusa-penguasa kegelapan yang telah lama mencengkram bangsa ini sehingga Indonesia akan mengalami transformasi seperti apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Bahkan saya percaya, pasukan tersebut juga akan dipakai oleh Tuhan untuk memulihkan bangsa-bangsa lain sebab kita telah dipilih untuk membawa api kebangunan rohani ke seluruh penjuru bumi. Bangkitlah hai para tentara Tuhan dan bersiaplah untuk maju berperang! Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita!

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."