• PDF

Hati Yang Menyembah

Penilaian Pengunjung: / 7
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 29 Oktober 2009 10:47
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 7910 kali

I Sam 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Tuhan telah menolak Saul menjadi raja Israel karena ia tidak mentaati Tuhan dan lebih memilih menyenangkan manusia dibanding menyenangkan Tuhan. Saul memang dipilih menjadi raja oleh orang Israel karena penampilan luarnya bukan karena karakternya. Lalu Tuhan menyuruh Samuel untuk mengurapi seorang raja baru dari seorang di antara anak-anak Isai. Sama seperti kebanyakan orang pada umumnya, Samuel cenderung lebih melihat penampilan luar dibanding apa yang ada di dalam hati manusia.

Akan tetapi Tuhan memilih Daud yang secara penampilan luar tidak diperhitungkan untuk diangkat menjadi seorang pemimpin. Tuhan memilih Daud bukan karena penampilan luarnya melainkan karena Daud memiliki hati yang benar, yaitu hati yang menyembah. Meskipun Daud sempat mengalami kejatuhan tetapi Tuhan tetap mengatakan bahwa Daud merupakan orang yang berkenan di hati-Nya. Daud juga dikatakan telah melakukan kehendak Allah pada zamannya. Bahkan ketika menulis silsilah Yesus, Matius menyebut Yesus sebagai anak Daud, anak Abraham.

Sebenarnya bila dilihat dari sisi manusia, kesalahan yang dilakukan Saul lebih kecil dibanding kesalahan yang dilakukan oleh Daud. Lalu mengapa Tuhan menolak Saul tetapi sangat menyukai Daud? Tuhan sangat berkenan kepada Daud karena Daud memiliki hati yang menyembah yaitu hati yang ingin menyenangkan Tuhan. Meskipun dalam kelemahannya sebagai manusia, dia sempat mengalami kejatuhan tetapi dia setia untuk bertobat ke jalan yang benar. Sedangkan Saul memiliki hati yang ingin menyenangkan manusia dan ia tidak mau bertobat meskipun sudah ditegur oleh Nabi Samuel.

Bagi Daud, Tuhan bukan hanya sekedar otoritas yang tertinggi melainkan juga merupakan sumber kepuasan dan keberhargaan yang terbesar dalam hidupnya. Daud begitu mencintai hadirat Tuhan sehingga dia sampai menari-menari di hadapan tabut Allah tanpa memperdulikan statusnya sebagai raja. Ketika isterinya Mikhal memandang rendah kelakuan Daud maka ia mengatakan bahwa demi Tuhan yang telah memilihnya menjadi raja, dia akan menghinakan dirinya lebih dari pada itu. Tentunya bukan masalah tarian yang menjadi ukuran, sebab saya sering melihat orang yang melompat-lompat dan menari-nari ketika memuji Tuhan tetapi mereka sebenarnya tidak memiliki hati yang menyembah. Menari seperti Daud memang tidak dilarang di Alkitab tetapi itu tidak pasti menandakan bahwa seseorang memiliki hati seperti Daud.

Dalam bukunya ‘Lead Like Jesus’, Ken Blanchard mengatakan, “bila seseorang ingin menjadi pemimpin yang efektif, dia harus memilih tujuan hidupnya adalah untuk menyenangkan (baca: memuliakan) Allah.” Yesus, Daud dan Paulus merupakan tokoh-tokoh pemimpin dalam Alkitab yang sangat berhasil dalam menjalankan kepemimpinan mereka karena fokus hidup mereka adalah untuk menyenangkan Allah. Fokus hidup mereka bukanlah untuk mencari reputasi di hadapan manusia melainkan hanya untuk melakukan kehendak Allah. Mereka sangat sukses menjadi seorang pemimpin yang mengubah sejarah karena mereka memiliki hati yang menyembah. Biarlah kita semua memiliki hati yang menyembah yaitu hati yang ingin memuliakan dan lebih mengutamakan Tuhan di atas segalanya!

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Jack Sinay   |114.123.191.xxx |01-11-2009 16:39:00
Generasi Yoel  - Renungan Yang Bagus     |Registered |02-11-2009 20:57:00
Shallom, renungan yang memberkati dan Tuhan Yesus Memberkati kita semua
Tutun   |61.30.105.xxx |03-11-2009 14:14:56
Artikel yang sangat menarik. Hari gini menjadi Saul adalah gampang sekali,
tetapi menjadi seperti Daud adalah gampang-gampang susah. Tetapi saya mau bilang
di sini bahwa sebagai anak-anak Tuhan kita di tuntut untuk menjadi seperti Daud.
Sulit memang tetapi dengan pertolongan Tuhan dan memiliki hati yang selalu siap
dibarui setiap hari hal ini akan menjadi mudah. Terimakasih kepada bapak Sunanto
yang telah dipakai Tuhan untuk mengingatkan kita semua tentang bagaimana
karakter yang berkenan kepada Tuhan. Tuhan Yang Maha Baik Memberkati kita Semua,
Saya menunggu artikel bapak selanjutnya.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."