• PDF

Kedaulatan Allah & Gerakan Misi

Penilaian Pengunjung: / 4
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 17 Februari 2010 14:54
  • Ditulis oleh Sunanto
  • Sudah dibaca: 6121 kali

Jika Tuhan berdaulat penuh untuk menentukan siapa saja yang akan selamat, mengapa kita harus tetap menginjil? Bukankah kita tidak perlu lagi bersusah payah bekerja dalam ladang misi sebab usaha kita juga tidak akan menambah jumlah orang yang akan masuk surga? Pertanyaan ini sering diajukan oleh mereka yang tidak percaya akan doktrin predestinasi (pemilihan). Akan tetapi sejarah kekristenan mencatat justru gerakan misi merupakan hasil dari gerakan reformasi. Seperti yang dikatakan oleh John Piper, gerakan misi tidak lahir dalam kekosongan teologis. Gerakan misi muncul dari gerakan reformasi yang menempatkan kedaulatan Allah di tengah-tengah kehidupan manusia. Orang-orang kristen yang benar-benar memahami makna kedaulatan Allah seharusnya menjadi orang-orang yang bergairah untuk mengabarkan injil Kerajaan. Doktrin pemilihan tidak membuat misi menjadi tidak penting melainkan menjadikannya penuh harapan. John Eliot, William Carey, David Brainerd, Adoniram Judson, Alexander Duff, David Livingstone dan lain-lain merupakan para misionari yang berasal dari kaum puritan (rohaniwan di Inggris yang menegakkan ajaran reformasi).

Perjanjian Baru menjelaskan bahwa Allah tidak menyerahkan amanat agungnya kepada kehendak manusia yang tidak menentu. Sejak awal Tuhan berkata, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Bukankah ini merupakan sebuah peryataan yang sangat indah sebab kemenangan kita sudah dijamin oleh Tuhan? Keyakinan kita bahwa Tuhan sudah menentukan bahwa Dia sendiri yang akan mendirikan gereja yang kuat dan menang akan membuat kita melakukan gerakan misi dengan penuh harapan. Kita tidak perlu mengandalkan kekuatan kita sendiri melainkan bergantung sepenuhnya kepada Sang pemilik sesungguhnya dari pekerjaan misi.

Keyakinan akan kedaulatan Allah juga menghindarkan kita dari usaha kristenisasi (memaksakan/merayu orang lain menjadi kristen). Motivasi utama kita dalam menginjil bukanlah untuk menjadikan orang lain menjadi kristen atau membantu Tuhan untuk menambah jumlah penghuni surga melainkan karena hati kita dipenuhi kasih Allah. Kasih Allah harus menjadi motor utama dari gerakan misi sebab Allah sendiri memberikan anak-Nya yang tunggal karena Ia sangat mengasihi dunia ini. Para utusan misi yang digerakkan oleh kasih Allah akan tetap bertahan dalam menghadapi kesukaran sedangkan mereka yang hanya digerakkan oleh belas kasihan manusia biasanya akan mudah mundur saat tantangan menghandang.

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus mengatakan, “Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” Sekalipun seseorang rela diutus menjadi utusan misi ke daerah yang sangat terpencil dan tetapi jika ia tidak dimotivasi oleh kasih Allah maka apa yang dilakukannya adalah hal yang sia-sia. Marilah kita mengejar kasih dan mendasarkan hidup kita pada kasih. Mari kita jadikan semua bangsa murid-Nya supaya mereka juga dapat mengenal kasih Kristus!

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
heince  - luar biasa   |125.161.71.xxx |27-02-2010 14:21:40
Artikel yg sangat mencerahkan di tengah2 kesombongan rohani yang marak di
praktekkan saat ini...!
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."