Asal Kujamah Saja ....

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Saya sengaja tidak meneruskan dengan lengkap judul di atas. Apa kesan Anda manakala membaca sepenggal judul itu? Penasaran, mungkin. Tapi tak apalah, saya memberi kebebasan untuk Anda sambung sendiri judul di atas sesuai dengan imajinasi Anda. Supaya rasa penasaran Anda tidak berlarut-larut, dan tidak menghabiskan waktu dengan sia-sia.

Ya! Berbicara perihal rasa penasaran, sudah berapa banyakkah Anda selama ini dibuat penasaran oleh para penyiar radio? Mungkin kita bisa ingat bila ada acara kuiz. Biasanya sang penyiar akan melontarkan sebuah pertanyaan, kemudian dibuka kesempatan bagi pendengar untuk menelepon ke studio guna menjawab pertanyaan tadi. 

Nah ... yang sungguh membuat penasaran adalah, jawaban yang kita berikan itu tidak langsung diberitahu apakah betul atau salah. Kita di suruh menunggu sampai di ujung acara kuiz itu, sampai terkumpul peserta kuiz dalam jumlah yang banyak. Barulah setelah itu penyiar memberikan jawaban yang benar dari pertanyaan kuiz. Dan hilanglah rasa penasaran kita, yang sedari tadi menunggu-nunggu benar atau salah, ya? Menang atau kalah, ya?

Tapi jangan salah, ada pula kemasan "rasa penasaran" yang tersaji dengan sangat halus di udara. Sang penyiar dengan ketulusan hatinya untuk menghampiri pendengar, tanpa disadarinya telah menggugah "rasa penasaran" para pendengar. Dan hal itu melahirkan pergumulan yang panjang untuk mengambil sebuah tindakan. Tindakan iman! 

Ya! Program acara yang seperti ini memang termasuk spesial. Terkadang beberapa persyaratan sebagai penyiar professional meminta toleransi tinggi. Artinya, yang dipentingkan adalah hasil atau tujuan program acara itu dibuat. Sehingga kalaulah ada sedikit "kekurangan" dari performa sang penyiar, yah…dimaklumi sajalah, yang penting tujuannya telah tercapai. 

Seingat saya, tahun 1980-an ada satu format program acara rohani di radio yang sempat menimbulkan kontroversi. Namun tidak sampai melebar jauh. Terjadinya kontroversi itu lebih kepada rasa terkejut saja dari beberapa kalangan umat kristiani. Program acara tersebut berisi khotbah/renungan Firman Tuhan dan di bagian akhir sang pengkotbah mendoakan para pendengar. Dan doa yang diberikan lebih mengarah untuk memberi kekuatan dan juga untuk mendapatkan kesembuhan dari sakit penyakit serta juga untuk memulihkan. Saat didoakan itu, memang nuansanya sangat khusus. Sang penyiar yang sekaligus pengkotbah dan juga pendeta itu, meminta kepada para pendengar untuk memegang pesawat radio yang ada di rumahnya, dengan sebelah tangannya. Dan tangan yang sebelah lagi diletakkan di dada. (Perkembangan lebih jauh lagi di tahun-tahun berikutnya, tangan yang satu ini diminta untuk memegang bagian-bagian tubuh yang sakit). Dan fakta membuktikan tidak sedikit mujizat terjadi! 

Hal ini mengingatkan saya pada kisah wanita yang mengalami pendarahan yang tertera di Injil Markus 5:25-34: Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 

Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" 

Pada mulanya tentu si wanita yang mengalami pendarahan tersebut dilingkupi dengan rasa penasaran yang luar biasa perihal Yesus. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus! Tapi dia tak mau berpikir-pikir panjang, dan bertimbang-timbang lama saat ada kesempatan di dekat Yesus. Dengan iman, dia jamah jubah-Nya. Dan dia pun selamat dan sembuh dari penyakitnya. 

Nah ... kembali ke format program acara radio tadi, program yang meminta pendengarnya menjamah pesawat radio. Di tahun-tahun awal program itu disiarkan, tentu banyak pendengar yang bertanya-tanya dan bahkan terheran-heran, koq begini sih? Tapi tidak sedikit juga yang tertimpa rasa penasaran dan akhirnya mengikuti sajian tersebut. Mungkin masih sedikit ragu, tapi tidak sedikit juga yang bersikap seperti wanita yang telah disembuhkan Yesus tadi. Tuhan telah menyediakan banyak sarana dan banyak cara untuk kita yang membutuhkan pertolongannya. Yang membutuhkan pemulihan dan kesembuhan dari-Nya. 

Nah pertanyaannya adalah, apakah kita memiliki kepekaan untuk mengetahui cara Ia menolong kita? Atau mungkin kita harus dibuat penasaran terlebih dahulu perihal apa, siapa dan bagaimanakah Yesus itu? Seperti halnya penyiar radio yang membuat acara kuiz di udara dan menaburkan rasa penasaran dengan menahan para pendengarnya untuk tidak beranjak dari pesawat radionya hanya karena jawaban dari pertanyaan kuiz baru diungkapkan di bagian akhir acara. Dan…setelah kita tahu jawabnya, barulah kelegaan itu tiba. Begitukah?

Jakarta, 03 Oktober 2002
Tema Adiputra
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."