• PDF

Potret ... Potret ... Potret!!!

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 16:46
  • Ditulis oleh Tema Adiputra
  • Sudah dibaca: 1837 kali
Saya berdiri di belakang ceweq remaja bergaya kota itu, yang tengah asyik mengutak-atik mesin ATM di stasion Gambir. Dia lagi menarik dana rupanya. Usai dia, maka saya pun langsung pula menarik dana untuk bekal ke Bandung. Peristiwa itu bagi saya hanya merupakan lintasan belaka. Karena ceweq remaja itu pergi ke mana, dan saya ke arah mana, masing-masing punya urusannya sendiri. Cuma memang saya sempat perhatikan tampilannya, khas anak remaja kota, tas gantung kecil, celana jeans, T-shirt, dan aneka asesoris lainnya. Selanjutnya, saya pun menuju kereta api tumpangan saya. Mencari tempat duduk, biasalah di pinggir jendela, dan menikmati duduk dengan tenang. Sementara bangku di sebelah saya masih kosong. Tak tahu siapa gerangan yang akan duduk di situ. Saya sudah merasakan teman sebangku dari berbagai profesi, dan usia. Dari ABG sampai nenek-nenek. Dari pemuda sampai kakek-kakek! Nah, untuk kali ini siapa ya…? Ah, malas saya memikirkannya. Eh…tiba-tiba saya melihat dari pintu masuk depan gerbong kereta ini masuklah ceweq remaja yang tadi saya lihat di dalam ATM. Dan…tiba-tiba dia duduk di bangku sebelah saya yang kosong itu. Itu dia lakukan setelah mengecek nomor bangku yang ada. Hah…!? 

Karena "kebiasaan" saya berbincang dengan orang-orang, maka demikianlah halnya dengan ceweq remaja kota Bandung ini (=remaja kota Bandung = remkot!). Dari perbincangan awal yang diresponnya secara terbuka namun ada juga yang ditutupi maka tanpa disadarinya saya banyak menggali informasi tentang dunia remkot, terutama apa gambaran umum remkot yang ada di ibukota Jawa Barat. Dia bercerita, kedatangannya ke Jakarta adalah untuk menjumpai kekasihnya yang sudah bekerja dan tinggal di apartemen. Di apartemen mana?--tanya saya. "Ah…nggak…nggak…Es(inisial nama)…nggak mau kasi tahu…!" Lalu saya tanya lagi--Ouw, ada keluarga rupanya di Jakarta sehingga bisa berada dua malam di sini?-"Ah…nggak ada, Es tinggalnya ya di apartemen pacar Es itu," jawab mahasiswi akademi sekretaris ini terus terang. Saya kaget!

Perbincangan terkadang berhenti. Saya perhatikan dia sering juga membalas SMS yang masuk ke HP-nya. Dia bercerita tentang hobinya, kebiasaannya bersama remkot yang lain dalam menikmati malam minggu, selain dia wakuncar ke apartemen di Jakarta itu. Bahkan salah satu makanan kesukaannya pun aneh di telinga saya. "Es…suka ci-lok." Apa tuh? Ternyata "aci dicolok" yaitu tepung yang digumpal, dimasak, dan dicolok dengan lidi, dijual sebagai makanan jajanan di Bandung. Ahhh….ada-ada saja! Tidak makan waktu lama, saya berkesimpulan remkot ini cukup sopan menghadapi lawan bicara yang usianya lebih tua daripadanya. Nah…ketika pramugari kereta menawarkan pesanan makan siang, tak disangka-sangka remkot ini menawarkan ke saya untuk ditraktir tentu. Saya kaget! Namun dengan santun saya tolak, karena di awal keberangkatan tadi saya telah makan jajanan yang saya bawa. Maka dia pun makan sendirian. Di TV kereta tengah tertayang video klip seorang artis cantik penyanyi kondang negeri ini yang telah melakukan "operasi plastik" di beberapa bagian tubuhnya agar lebih cantik dan keren. Tak saya sangka, remkot di sebelah saya ini sangat mengkritik ulah artis tersebut!

Kereta berjalan terus. Perbincangan kami kadang lanjut, kadang terhenti. Usai remkot ini makan siang, saya lihat dia gelisah. Wah…ada apa lagi nih? Tiba-tiba dia mencari sesuatu di dalam tas kecilnya. Dan keluarlah sebungkus rokok putih…lalu dia menawarkan pada saya. Saya tersenyum dan menolaknya dengan halus. Saya katakan saya 'kan penyiar radio jadi dari dulu sudah berhenti merokok. Dia maklum dan lalu pamit menuju ke persambungan gerbong atau ke restorasi, tak tahulah saya. Tak berapa lama dia pun kembali duduk. Sudah tidak gelisah. Di lanjutan perjalanan kereta kami, ada turun hujan lebat. Saya yang duduk dekat jendela memperhatikan cuaca tersebut. Dan ketika hujan berhenti, dan matahari sore muncul, tampaklah pelangi membentang di cakrawala. Wouw…bagus sekali pemandangan itu! Sudah lama saya tidak melihat pelangi. Saya beritahu ke remkot itu ada pelangi di langit. Apa responnnya? Spontan dia pun terpesona dan buru-buru mengeluarkan HP-nya dari tas….sembari berkata, potret … potret…potret…ah…pelangi bagus ini! Dan preeett…preeettt….preeettt….terdengar bunyi kamera yang ada di HP-nya itu. Saya kaget lagi! Ternyata remkot ini mampu memiliki perangkat digital yang lumayan harganya itu.

Mendekati stasion tujuan, dan setelah berpisah sekeluarnya dari gerbong kereta. Saya merenung panjang. Potret apakah remkot ini? Ya! Potret kehidupan apakah yang diwakili oleh remkot tadi? Sudah sangat jauh warnanya dengan kehidupan remaja yang dulu pernah saya alami, dan bahkan sampai saat ini masih tersisa gaya-gaya lama itu (konservatif?) dalam beberapa segi kehidupan pribadi saya. Dan sangat beda dengan yang ditampilkan oleh remkot tadi. Namun ini adalah kenyataan. Realita. Karena memang ada di hadapan mata saya! Dan dia terus bergulir mengikuti arus zaman.

Hm…ke depan dan di depan perjalanan hidup kita akan banyak lagi terlihat potret-potret kehidupan. Siapkah kita menerimanya dan memasuki kedalamannya? Akan banyak terjadi benturan dan pergumulan! Namun itu akan selalu berupa realita. Yang setiap saat akan menimpa kita, maupun anak-anak kita! Ya! Mumpung masih ada waktu, tidaklah salah bila setiap saat kita rajin melihat potret diri kita, keluarga kita, anak-anak kita. Potret kehidupan yang terjalani sesehari. Yah…siapa tahu….siapa tahu…dari memandang "potret" itu kita lebih awal, lebih dini, menemukan indikasi arus-arus gelap yang setiap saat dapat menghancurkan kehidupan rohani, sosial, dan kebahagiaan serta sukacita kasih Yesus Kristus yang selama ini telah terbangun. 

"Akhirnya…hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis…." (Efesus 6 : 10 - 11).

Jakarta, 16 Februari 2004

Tema Adiputra
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."