• PDF

Udah Nggak Ade Ape-apenye ...!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 16:47
  • Ditulis oleh Tema Adiputra
  • Sudah dibaca: 1589 kali
Judul tulisan ini tidak mengada-ada. Itu merupakan kutipan pernyataan seseorang yang membuat saya kesal bukan main, namun tak berdaya dan akhirnya pasrah saja menunggu apa yang terjadi kemudian hari. Dan yang saya maksud "kemudian hari" bukanlah dalam hitungan hari maupun minggu ataupun bulan, tapi kenyataannya adalah tahunan! Hm…kalimat dialek Betawi itu sungguh mengandung sarkasme bila kita tahu dan mengalami konteksnya. Dan dalam sebuah periode karier saya makna sarkasme itu benar-benar terjadi. 

Biasalah…dalam sebuah perusahaan yang tengah merambah naik dan mandiri terjadi beberapa kali perobahan dan penggantian manajemen. Dan kita tahu, biasanya manajemen baru yang tidak tahu apa-apa perihal yang telah terjadi sebelumnya, biasanya…akan berusaha mencari orang-orang yang dapat "dipegang" atau lebih ekstrim lagi akan mengganti posisi-posisi tertentu dengan orang baru dan yang dapat dikendalikannya. Nah…dalam suatu periode karier saya, pernah suatu ketika jabatan yang sudah ada "dicopot" dan diambangkan sehingga hanya bersifat fungsional. Tujuannya hanya untuk memulai lagi sesuatu yang baru dalam strukturisasi. Ya! Strategi ini sebenarnya tidak apa-apa bagi saya. Saya berkeyakinan bahwa menajemen baru memiliki niat baik untuk hal tersebut. Namun hal itu membuat beberapa orang yang selama ini anti-perobahan, anti-kemajuan bersorak-sorak. Saya yang dulunya berusaha mengajak mereka agar mau berobah tentu saja tak mampu lagi berbuat banyak. Nah…saya memilih lihat dan tunggu saja. Di dalam penantian itu, suatu ketika saya melintas dekat ruang teman-teman sekerja yang pro-kemapanan itu, entah bagaimana mereka berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar salah seorang nyeletuk-dan ini saya dengar-"Ah….si (menyebut nama saya) mah…udah nggak ada ape-apenye…!" Rrrrrreeeepppp….darah saya tersirap! Hati saya kesal nian! Tapi, yah…tidak saya tanggapi, saya terus berlalu. Yang mengucapkan itu "kebetulan" memiliki kekerabatan dengan manajemen baru, dan tengah mendapat jabatan tertentu. Begitulah kisahnya dan tak perlu saya teruskan ya…, karena beberapa tahun kemudian segalanya berobah. Saya dikembalikan ke jabatan semula. Manajemen baru itu tamat riwayatnya, digantikan dengan manajemen yang lebih baru…!

Seorang sahabat lama yang baru datang lagi ke Jakarta-setelah sekian tahun tinggal dan bekerja di daerah seberang lautan sana-dalam sebuah SMS-nya menuliskan pesan pada saya:"…..apa yang kau peroleh sekarang ini adalah karena kasih karunia Tuhan belaka. Oleh sebab itu nikmati dan kerjakanlah dengan sungguh-sungguh karena waktunya tinggal sedikit…" Ya! Sebuah pesan yang sangat dalam maknanya. Karena dia tahu perjalanan awal karier saya sampai dengan saat ini. Sekian tahun berpisah saya tidak tahu bagaimana perkembangan karier sahabat lama saya itu. Namun yang pasti dialah yang terkejut setibanya di Jakarta mengetahui apa yang saya kerjakan dan layani saat ini. Dia tidak pernah menyangka saya akan berada dalam posisi yang sekarang. Saya heran juga mendengar komentarnya itu karena saya sendiri pun merasakan hal yang biasa-biasa saja perihal keberadaan saya yang sekarang ini. Tapi…yah saya maklumlah…saya yang menjalani dan orang lain yang memandang memang pastilah berbeda respon. Puji Tuhan!

Kembali kepada ungkapan "ah…nggak ada ape-apenye" yang sempat menyakiti hati saya itu. Hm…ternyata di perjalanan waktu, seiring bertumbuh-kembangnya kehidupan rohani dan kesaksian hidup saya yang disertai Tuhan maka kini ungkapan itu telah dapat saya nikmati dengan senyum dan bahkan ucapan syukur. Lho, koq? Iyalah…ternyata saya sadar betul bahwa saya memang tidak ada apa-apanya di hadapan hadirat Tuhan. Ternyata saya memang tidak ada apa-apanya di hadapan Kasih karunia Tuhan. Saya hanyalah ciptaan-Nya saja. Saya hanyalah alat dan sarana yang dipakai-Nya saja. Saya hanyalah hamba-Nya saja. Benar! Saya tidak ada apa-apanya kalau bukan Tuhan yang menyertai dan memberkati serta memperlengkapi! Ada banyak hal yang saya alami yang telah menjadi kesaksian hidup, yang membuat saya terbengang-bengong dan terpesona, karena campur tangan Tuhan dalam karya pelayanan yang saya lakukan termasuk dalam berbagai urusan profesi. Ada banyak hal saya dimampukan melakukan sesuatu dan Dia sempurnakan karya pelayanan yang saya persembahkan untuk kemuliaan dan hormat pujian bagi-Nya. Jadi memang benarlah….saya "nggak ada ape-apenye" kalau bukan Tuhan yang memberi "ape-apenye"! 

Jadi siapakah kita? Kita berasal dari debu-tanah. Kita bagaikan tumbuhan yang tumbuh-mekar dan layu pada waktunya. Namun Tuhan sungguh baik, proses tersebut dibuatnya menjadi sebuah proses panjang untuk umat-Nya. Diberikan-Nya kasih karunia sehingga kita, anak-anak-Nya, boleh berkarya dan diberkati karena senantiasa mengandalkan-Nya. Ya! Apa saja yang dilakukan dan diperbuat umat-Nya---yang kesukaannya merenungkan Firman Tuhan dan lalu melaksanakannya---pasti berhasil! Ya! Sangatlah berbeda keberhasilan yang diperoleh oleh mereka yang mengandalkan dirinya sendiri dengan mereka yang sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan. Telah banyak fakta ujung dari sebuah keberhasilan karena mengklaim sebagai kehebatan diri sendiri, adalah kehancuran. Dan bagaimana fakta yang ada dari berbagai keberhasilan yang diperoleh karena kita mengandalkan Tuhan? Hm…untuk menjawab pertanyaan ini janganlah sekali-kali menanyakannya kepada angin yang bertiup….!

Justru, mari kita renungkan Firman Tuhan berikut ini: "Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan,……" (Mazmur 146: 3-5).

Jakarta, 25 Februari 2004

Tema Adiputra
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."