• PDF

Mendalami Pemeliharaan Tuhan

Penilaian Pengunjung: / 130
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 09 Februari 2012 14:31
  • Ditulis oleh Tema Adiputra
  • Sudah dibaca: 20431 kali

Luas sekali makna judul tulisan ini, ya? Benar. Kita semua bebas menterjemahkannya. Dan saya, ingin membagikan sebuah sudut kehidupan darinya. Karena ternyata, tidaklah elok untuk tidak berani menyambungkan semua perjalanan hidup sejak lahir sampai pada titik sekarang. Sebenarnyalah, justru di masa “dewasa” atau kalau berani mengatakan, di masa “tua” ini jangan sia-siakan kesempatan duduk hening sejenak di kursi kehidupan, dan merenungkan kasih pemeliharaan Tuhan. Masih ingat, kan? Ini lho…tokoh-tokoh di Perjanjian Lama, perihal kisah hidup Yusuf, Nuh, Ayub, Ruth, Ester, Daud, dan lain-lain, semuanya mengalami kasih pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya. Saya yakin, kalau ada orang dengan  nama-nama di atas, dalam konteks zaman sekarang, maka dia pun dipelihara Tuhan hidupnya.

Seorang bapak, rektor sekolah tinggi teologia yang ada di Jakarta, pada pertengahan tahun 1990-an, saya undang ke studio radio guna saya wawancarai dalam acara Renungan Pagi. Sekalipun acara itu dalam bentuk harus direkam dulu, tetapi ternyata sangat memberkati para pendengar yang pagi-pagi sekali (subuh) sudah bersiap di rumah untuk mulai beraktifitas sepanjang hari itu. Ya, biasanya kalau sedang rekaman  seperti itu, ada celah waktu saya dan narasumber untuk sharing hal-hal pribadi. Tetapi, untuk sang rektor ini, justru sebuah pertanyaan pribadi saya lontarkan untuk juga masuk direkam, sehingga besok pagi para pendengar juga mendengarkannya. Nah, pertanyaan singkat dan jawaban singkat dari sang rektor tersebutlah, yang membawa saya berkisah/bersaksi pada paragraf-paragraf di bawah ini.

Ya, ketika masih duduk di Taman Kanak-kanak, di tanah kelahiran saya di sebuah kabupaten, Sumatera Utara, saya berteman dengan seorang anak laki-laki namanya Tigor, sebaya dengan saya. Suatu saat kami sedang berada di dekat sebuah sumur yang tidak dilingkari tembok semen. Sumur itu bagaikan lobang yang sering kita jumpai di jalan raya yang rusak.  Namun tentu lobang sumur itu cukup besar. Ketika saya turun sedikit ke dalam sumur---karena ada trap-trap tanah di pinggir sumur sebagai anak tangga---untuk mencuci kaki, begitu naik lagi, entah setan apa yang hinggap di benak si Tigor, tiba-tiba saya didorongnya sehingga jatuh kecemplung ke dalam sumur. Saya rasakan, badan saya tenggelam dalam posisi berdiri dan saya berusaha berjinjit-jinjit di dasar sumur dengan tangan terangkat ke atas. Tapi bersamaan dengan itu air pun masuk ke mulut, hidung saya, dan ke paru-paru. Masih sempat saya dengar teriakan seorang ibu yang mengatakan saya jatuh ke dalam sumur. Dan masih sempat pula saya dengar seorang pria dewasa berteriak, yang sebelum saya jatuh ke sumur saya lihat dia sedang memetik rambutan di cabang-cabang pohonnya. Nah, rupanya sang pria itulah yang akhirnya menarik tangan saya yang terlihat di permukaan air. Lalu saya dia gendong ke rumah, sementara saya antara sadar dan tidak sadar diri. Lamat-lamat saya dengar ibu saya berteriak-teriak, sembari menekan perut saya sehingga terasa ada air yang keluar dari mulut! Hm…hm…saya tidak tahu berapa menit kejadian itu berlangsung. Yang pasti saya sudah merasakan….rasanya….sebentar lagi akan mati! Saat di dalam sumur. Tetapi…Tuhan ternyata masih memelihara hidup saya!

Masa-masa muda dan memasuki ranah berpacaran, ada dua kali kejadian saya (maksudnya: saya dan pacar) hampir ditabrak kereta api di kota Jakarta. Saat itu kami berjalan di pinggir rel kereta api dari pasar bunga Cikini menuju Gondangdia. Kami yang berjalan membelakangi arah kereta dari Manggarai tiba-tiba terkejut setengah mati mendengar pluit/klakson kereta rel listrik yang sudah tinggal beberapa meter di belakang kami, saat menoleh. Beruntung kami kaget sembari secara reflex bergerak ke kanan menjauhi kereta. Bayangkan, kalau gerak reflex kami malah menuju ke arah rel kereta! Ohhh…kembali Tuhan memelihara hidup saya!

Sebelum kejadian di atas ada juga kejadian yang satu lagi di perkampungan padat-rumah di daerah Pejompongan. Saya dan teman-teman, termasuk pacar saya, menelurusi lorong-lorong/jalan tikus untuk sampai ke tujuan dengan cara pintas. Saya asyiklah…berbincang dengan pacar (maaf, ini pacar sebelum yang di atas). Berjalan berdampingan dan berada di depan teman-teman lain. Saking asyiknya kami tidak menyadari sudah hampir keluar jalan tikus dan akan sampai/menyeberangi rel kereta api. Tiba-tiba, saat kami sudah hendak keluar dari jalan tikus itu, kami melihat di depan ada cahaya lampu terang sekali dan bunyi pluit kereta. Bersamaan dengan itu terdengar teriakan teman-teman di belakang: Awas ada kereta!! Dan secara reflex saya dan pacar berhenti tepat di dekat rel kereta. Kami menyaksikan  ular besi itu dari arah kanan dengan gagahnya melewati kami yang jantungnya berdegup keras sekali! Waduuuhhhhh….Tuhan sungguh baik, memelihara hidup saya!!

Masa-masa awal bekerja sebagai karyawan radio siaran, pernah juga terjadi peristiwa berikut. Saya sedang menunggu datangnya bus metromini. Saya berdiri di ujung jalan persimpangan empat, tempat becak-becak juga parkir. Saya berdiri dekat becak-becak itu, bersama calon penumpang lain. Dan, waktu itu dari jauh sudah tampak sebuah bus metromini datang menghampiri. Namun, aneh (saya sadari belakangan) tiba-tiba saya berjalan ke arah timur menjauhi becak-becak yang parkir itu, ada sekitar 10 meter saya menjauh. Saya seperti digerakkan pindah tempat. Kemudian, bersamaan dengan itu muncullah metromini tersebut, kecepatannya sedang-sedang saja, dan langsung menabrak becak-becak yang sedang parkir itu. Terdengar bunyi…brakkk..brukkk..brakk…dan teriakan orang-orang! Bus metromini itu pun berhenti di situ. Ramailah suasana! Saya pun ikut terkejut….dan beberapa detik kemudian jantung saya berdegup keras….ternyata, ternyata….kalau saya tidak berpindah ke timur, maka saya adalah satu-satunya orang yang menjadi makanan empuk ditabrak metromini itu!!! Karena saya berdiri di depan becak yang sedang parkir. Untunglah….waktu itu tidak ada korban jiwa dari para tukang becak….hanya becaknya rusak, dan si sopir melarikan diri. Saya bersyukur Tuhan memelihara hidup saya….dan saat itu saya teringat bahwa sebelum keluar dari rumah menuju tempat menanti bus metromini itu, saya telah berdoa!

Hm…hm…masih banyak lagi kesaksian hidup saya yang dekat-dekat dengan area kematian, namun Tuhan menolong menyelamatkan saya. Termasuk juga perihal sakit-penyakit. Para pembaca tentu bisa menebak, sakit-penyakit apa yang biasa menghinggapi orang-orang yang biasa bekerja di bidang media dengan sangat antusias, yang memang jam kerjanya 8 jam tapi tanggungjawab kerjanya bisa menjadi 24 jam! Plus penyakit-penyakit turunan…hehehehehe….namun Tuhan pun memelihara saya, melewati semua itu.

Nah, kembali kepada pengalaman mewawancarai rektor sebuah sekolah tinggi teologia tersebut. Namanya, bapak Jan Aritonang. Tahun 2009 saya bertemu beliau di Wisma PGI di Menteng, Jakarta Pusat. Dia tampak sedikit gemuk. Sehat menurut pandangan saya. Saat itu beliau ada acara/sedang memimpin rapat di sebuah ruangan di wisma itu. Saat dia keluar sebentar di situlah saya jumpa beliau. Masa itu beliau sedang menjabat kembali sebagai rektor. Lebih 10 tahun telah berlalu kenangan saya bersama dia di studio rekaman. Dan inilah salah satu pertanyaan saya padanya saat wawancara itu: “Pak, apa yang bapak syukuri dalam hidup ini?” Dia menjawab,”Hm…hm…saya bersyukur bahwa saya masih dapat  bangun pagi, dan saya bisa membuka mata saya, ehhhh…ternyata saya masih hidup! Saya sangat mensyukuri itu, karena saat ini saya tengah dilanda berbagai penyakit yang dekat dengan area kematian. Bahwa Tuhan memberi saya hidup hari ini, berarti Tuhan memberi kesempatan pada saya untuk berkarya dalam hidup hari ini, dan semua untuk kemuliaan nama-Nya.”

Saya tersentak dan trenyuh dengan ungkapan beliau di atas, di ruang rekaman siaran! Sangat bermakna. Itulah sebabnya sampai sekarang saya masih ingat pada beliau termasuk momen/adegan saat kami berada di dalam studio rekaman. Dan caranya menjawab pertayaan di atas pun tetap saya ingat. Dengan serius…lambat…menghela nafas….dan lega penuh semangat/sukacita!

Ya, kalau kita setiap hari/pagi berdoa, sebelum mulai beraktifitas dalam kehidupan, saya yakin pemeliharaan Tuhan akan sangat kita rasakan. Tetaplah berdoa! Sebab doa adalah nafas kehidupan. (Bila tidak berdoa maka berarti tidak “bernafas” dong, ya? Orang yang tidak bernafas berarti……??? Silakan simpulkan sendiri).

Pembaca yang terkasih, pernahkah Anda mengalami hal-hal seperti yang di atas dan sekaligus merenungkan pemeliharaan Tuhan dalam hidup Anda?

 

Jakarta, Januari 2012

Tema Adiputra

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tjiauw   |114.79.16.xxx |11-02-2012 17:00:52
Doa menggerakkan dan mengubah banyak hal..
Karena TUHAN MENDENGAR!!!..

GOD
BLESS ALL..
Farida H br Sinaga  - Tuhan pelindungku   |118.97.95.xxx |08-03-2012 00:09:58
Syalom,Tuhan sangat baik dalam sgala hal. Bila aku ada hari ini itu semua berkat
belas kasih Tuhan yang sangat besar dalam hidupku pribadi.teramat banyak
pertolongan Tuhan yg kualami.Dari kecil saya sdh kehilangan figur seorang ayah.
Bapak ku meninggal dunia ketika aku berumur 10 tahun. aku anak ke7 dari 10 orang
bersaudara. 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan.aku anak perempuan paling
besar dan ada 2 orang adik ku perempuan lagi. Ibu ku adalah seorang pedagang
keliling kota. yang datang pagi berangkat malam. dan datang malam berangkat esok
paginya. kehidupan ku dari mulai ditinggal oleh bapak sudah terasa pedihnya.
semua abang-abang ku membawa prilaku sendiri-seniri tanpa ada yang
mengendalikan. Dan kami tumbuh bagai orang-orang yang liar tanpa aturan. mereka
berbuat sesuka hati dirumah. kenakalan-kenakalan yang membatu, keributan,
premanisme dll. Untung saja aku memiliki hati dan perasaan yang tahu diri
sebagai perem...
simon m tulasi  - Tuhan selalu dekat pd kita   |110.136.206.xxx |10-04-2012 02:42:46
Tuhan tdk pernah jauh dr kita selama kita mau mendekat juga padanya.tp jika kita
menolakanya ia akan menjauh dari kita,dlm setiap tarikan nafas kita IA ada
dekat..bimbingannya tuntunanNya akan diketahui setelah kita melampau setiap
langkah kehidupan baik yg sulit atau sangat sulit,,pada saat yg sulit kita akan
jalani dankita pikul,tap pada saat yg sama kita akan diberi jalan keluar utk
melampaui kesulitan itu,.jk kesulita itu sangat berat yg tdk dpt kita
tanggung,kita akan dibimbing utk menjauh dr masalah yg akan terjadi dan kita blm
ketahui,,,,jk sdh terjadi kesulitan yg sangat serius dan kita terluput dari
masalah itu barulah kita sadari bahwa TUHAN tlh menyelamatkan kita terlbih
dahulu. jd karena kita percaya pada TUHAN maka ia selalu dan selalu membimbim
langkah kehidupan,,,,tdk ada yg mustahil bagiNya.
Mega Nababan   |125.161.155.xxx |22-05-2012 17:39:56
Keren artikelnya...Maju terus karena sangat memberkati.Gbu
Renungan Harian  - Renungan Harian     |202.152.194.xxx |16-06-2012 19:20:02
Sungguh Terberkati dan mengena renungan harian ini buat saya. Tuhan Yesus
memberkati.
Rosha  - dlm setiap kesesakan Tuhan ada...   |112.215.6.xxx |18-06-2012 14:44:01
Sangat memberkati,,dikala susah dan byk pergumulan dihidupku Tuhan memberi
jawaban melalui firmanNya
Julianus G  - Sukacita Sorga   |203.153.96.xxx |02-07-2012 23:56:29
Saya sangat terkesan atas jawaban dari Pak Jan Aritonang itu, Beliau mempunyai
iman, pengharapan dan kasih, ketiga hal tersebut jika kita sudah dalam Tuhan
pasti bisa kita implementasikan dalam kehidupan kita. Doa adalah kunci setiap
masalah kita, karena klopun kita berusaha sekuat tenaga,sgt mustahil, tetapi
jika bersama Yesus tak ada yang mustahil. Yang saya Rasakan adalah hal yang sama
dengan Pak Jan, tapi kekuatan doa sungguh luar biasa, ditambah dengan sukacita
wow...gada yg menghalangi kita. sakit penyakit, masalah, beban hidup ada karena
kita ga pernah bersukacita. Saudara saya teringat ttg PUSH (Pray Until Something
Happen).
Suatu kali sy searching di internet dan mendapatkan cerita ttg PUSH,
begini ceritanya. Seorang pria dipanggil oleh Tuhan untuk mendorong batu besar
didepan rumahnya. diapun patuh atas perintah Tuhan. setiap hari, setiap saat dia
dorong itu batu besar, tp sama sekali ga bergeser, otot2nya sudah mulai ...
hendra  - Tuhan sangat baik dalam hidup kita   |180.246.126.xxx |31-07-2012 17:28:12
ku mau cinta Yesus selamanya...
1nny   |125.163.158.xxx |08-08-2012 06:40:38
Terima kasih atah kisah anda. Sebagaimana hidup yang anda jalani bersama dengan
Tuhan telah anda ceritakan kepada setiap orang. Anda telah berhasil menjadi
pemberita kabar baik, sebab saya telah mendapatkan kabar baik dari Tuhan yang
selalu menyertai hidup anda.
Pengalaman anda tentunya sering dialami oleh setiap
orang namun jarang sekali ada yang memahami setiap jalan hidupnya.
Kali ini
pengalaman anda telah menjadi harta bagi saya, sebab anda kembali mengingatkan
saya bahwa Tuhan Allah selalu memelihara ciptaanNya. Sehingga saya perlu
bersyukur setiap saat dan melaksanakan tugas saya dengan hikmat.
Sekali lagi
saya bersyukur karena telah mendengar kisah anda, semoga semua orang
berkesempatan membaca cerita anda. GBUs
Paj  - Tuhan Yesus tidak pernah salah   |202.58.203.xxx |27-08-2012 17:17:09
Dalam hidup, ternyata tak terhitung pemeliharaan Tuhan atas hidup saya. Saya
belajar untuk 'berani' melihat bahwa semua aspek hidup sejak bangun pagi sampai
bangun pagi ke esokan hari, sepanjang hidup, tidak lepas dari pemeliharaanNya
dan Dia tidak pernah salah. Saya tersadarkan, meski tidak setiap saat saya
merasa nyaman dengan liku hidup yang dijalani, bahkan mengecewakan, tapi
...Tuhan tidak pernah salah. Luar biasa pemeliharaanNya. You are my best,Jesus.
Thank you.
sabar narimo   |180.246.139.xxx |25-09-2012 12:19:30
Puji Tuhan, mohon ijin akan saya share ke pendengar, kesaksian yang menguatkan
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."