• PDF

Wulan

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 17 April 2009 11:16
  • Ditulis oleh Agustina Wijayani
  • Sudah dibaca: 2045 kali
Temanku, Wulan, adalah seorang guru Sekolah Minggu yang setia. Memang ia tak begitu menonjol di kelas, karena ia cenderung pendiam dan anteng. Apalagi ia punya kelemahan yang menghambatnya dalam berkomunikasi. Pendengarannya lemah dan bicaranya tidak jelas, sangat cedal.

Konsekuensinya, tugas yang mampu ia lakukan di kelas pun terbatas. Bila pada umumnya setiap guru diharapkan dapat berperan dalam semua tugas supaya dapat saling menggantikan, berbeda dengan Wulan. Karena kondisinya, ia jarang ditugasi untuk memimpin pujian, memimpin acara ulang tahun, main drama, atau main muppet. Bukan meremehkan, tetapi karena anak-anak akan kesulitan berkomunikasi secara cepat dan langsung dengannya.

Walaupun demikian, setiap tugas yang diberikan padanya pasti akan selalu ia pikirkan dan usahakan sungguh-sungguh. Tidak asal-asalan. Apalagi bila ia ditugasi untuk membuat kegiatan. Ia pasti akan membuat kegiatan yang buatku rasanya "amat repot" untuk dipersiapkan. Ia memang piawai bila disuruh membuat pekerjaan tangan. Bila sudah berkarya dengan kertas, gunting, dan lem, maka ia bekerja dengan begitu rajin dan rapi.

Adakalanya ia juga ditugasi membawakan firman Tuhan, dan ia tak pernah menolak. Ia memang menyadari kekurangannya. Sebab itu dalam menyampaikan cerita, ia akan berusaha berbicara pelan dan menggunakan artikulasi yang sejelas mungkin. Ia juga akan selalu berusaha menampilkan mimik muka dan berbagai peraga yang akan menutupi kekurangannya. Aku melihat bahwa ia bercerita dengan segenap hatinya. Dan Allah pun bekerja melaluinya. Dalam setiap pelayanan yang ia lakukan, aku selalu merasakan adanya kuasa Allah, sehingga anak-anak (yang biasanya begitu sulit dikuasai oleh guru yang lebih lancar bicara) dapat memerhatikan ceritanya.

Orang sah saja bila berpikir bahwa ia tak cocok jadi guru Sekolah Minggu, tetapi aku salut bila ia tetap menjaga komitmennya itu. Walaupun ada kelemahan, ia tak kemudian enggan atau rendah diri untuk ambil bagian dalam pelayanan. Bahkan dalam keterbatasan, ia berikan setiap hal terbaik yang dapat ia lakukan.

Mungkin kerap kali orang mengganggap modal utama guru Sekolah Minggu adalah kemampuan verbal, kepandaian berbicara, bakat bercerita. Namun Wulan telah mematahkan asumsi dangkal tersebut. Modal utama seorang guru Sekolah Minggu adalah hati yang bersedia, hidup yang diserahkan sepenuhnya, untuk Allah pakai sesuai dengan kedaulatan-Nya. Kuasa Allah terlalu hebat sehingga Dia bahkan dapat memakai orang-orang yang lemah sekalipun, menjadi alat yang berguna di tangan-Nya.

Jogja, 03 November 2003

Tina
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."