• PDF

Tiga Hal Penting Dalam Pendidikan

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 18:13
  • Ditulis oleh Wiji Suprayogi
  • Sudah dibaca: 5384 kali
Saya bertemu seorang dokter yang senang berkegiatan sosial dan aktif berteater. Dia kebetulan salah satu donatur dari salah satu anak dampingan kami. Kesadarannya untuk membantu anak-anak yang terancam putus sekolah timbul dari keprihatinannya pada dunia pendidikan. Lalu dia pun memutuskan mendonasi salah satu anak dampingan kami. Dia cukup punya banyak syarat ketika ingin menentukan anak asuhnya. Saya memahami hal itu karena dia ingin “…Agar anak asuh saya nanti benar-benar jadi. Tidak macet sekolah dan bisa menata hidup dengan baik. Tidak pinter (dalam arti nilai raportnya tinggi) tidak apa-apa Mas yang penting tangguh dan mau berusaha.” Sebuah syarat yang lumayan sulit mengingat mental anak-anak yang kurang mampu biasanya kurang tangguh. Kami akhirnya memang menemukan anak yang sesuai dengan kriterianya dan dia cukup puas dengan anak asuhnya ini.

Saya tertarik dengan beberapa idenya tentang pendidikan. Menurut dia, selama kita belajar di sekolah dulu itu, kita banyak diajarkan hal yang tidak berguna sama sekali. “Buat apa coba kita mati-matian menghapal tahun kelahiran Suharto. Waktu menghadapi pasien tidak ada gunanya sama sekali Mas!” Berbagai contoh dia kemukakan untuk mendukung argumennya itu. Salah satu yang menarik lagi “Saya sampai sekarang tidak bisa mengerti mengapa ya semua hal masih tetap kita pelajari padahal orang-orang di dinas pendidikan seharusnya mengalami dan menyadari bahwa ketika mereka masuk dunia kerja, yang namanya penemu mesin uap itu tidak akan ditanya ketika nanti wawancara. Itu tuh bisa dicari di ensiklopedi. Yang penting kan kita tahu cara belajar dan mencarinya. Tapi nyusun kurikulumnya kok ya tetep sama.”

Nah menurut dia, hal yang paling penting dan berguna dalam pendidikan itu hanya ada tiga aspek yaitu: kemampuan berbahasa, berhitung, dan berkomunikasi.

  1. Kemampuan berbahasa membuat orang berpikir logis dan dapat mengerti berbagai pengetahuan yang ditulis dalam berbagai bahasa. Bahasa memampukan manusia mengerti segala sesuatu dengan lebih baik. Dalam dunia kerja, dia yang kemampuan bahasanya lebih baik niscaya akan belajar lebih baik juga. Pekerjaan apa yang tidak membutuhkan bahasa? Semua butuh. Membuat resume dan menghadapi pasien diperlukan pengetahuan bahasa yang baik.

  2. Kemampuan berhitung. Setiap segi kehidupan manusia memerlukan kemampuan berhitung. Mengukur tinggi pasien, menentukan jumlah dagangan, menentukan jumlah uang kembalian, menghitung gaji, menghitung jumlah baju, menghitung hari, melaporkan data keuangan, membuat rancangan rumah, semua butuh hitungan. Berhitung atau dia sebut logika matematis membuat orang bisa mengorganisasikan otak dan berbagai hal dengan lebih rasional dan lebih baik.

  3. Kemampuan berkomunikasi, “Mau wawancara butuh skill komunikasi kan Mas? Sekarang ini Mas Wiji juga harus komunikasi sama murid-murid dan Kepala Sekolah kan?” Di mana pun komunikasi dibutuhkan dan memerlukan skill yang baik. Pekerjaan apapun atau kegiatan apapun dari manusia membutuhkan komunikasi.

Menurut teman saya, “Itulah life skill Mas! Pendidikan dasar mestinya lebih menekankan hal ini!”  Kemudian dia menambahkan kalau kemampuan di atas harus diperkaya lagi dengan dunia seni dan budaya—karenanya dia berteater. Maka menurut dia berbagai pelajaran yang penting dalam pendidikan dasar adalah pendidikan bahasa dan sastra, matematika dan pengorganisasian, serta budi pekerti dan karakter yang akan mendasari logika berkomunikasi. Disamping tentu saja pelajaran berkomunikasi itu sendiri.

Salah satu pelajaran yang penting dan dapat merangkum kegiatan itu adalah pelajaran “Ketrampilan”—Anda generasi 70, 80, tentu masih ingat nama pelajaran ini, sekarang beberapa sekolah menghapusnya karena dianggap tidak berguna. Teman saya lalu bercerita tentang pelajaran ketrampilan membuat “sulak” atau pembersih debu dari tali rafia “Pelajaran ketrampilan membuat sulak itu bagus lho mas, kita berkelompok trus bersama menghitung panjang rafia yang diperlukan, menghitung uang urunan untuk beli semua itu, nanti membagi tugas siapa beli rafia, siapa nyiapin bambu, siapa nyiapin paku dan papan untuk menghaluskan rafia, siapa yang nanti mengkoordinir. Lengkap lho Mas, semua dipraktekkan. Sekarang tidak ada ya kayaknya pelajaran itu?”

Saya belajar banyak dari dokter yang suka seni ini.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Abdur Rouf  - Tanggapan   |114.79.19.xxx |25-01-2012 13:08:31
Terimakasih, bagus sekali artikel yang anda buat, memang dalam proses
pembelajaran ketiganya tersebut harus ada dalam proses pembelajaran. mungkin
bisa anda jelaskan atau contohkan seperti apakah materi yang harus disampaikan
kepada peserta didik??? thx
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."