• PDF

Sepi Sendiri

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 18:15
  • Ditulis oleh Wiji Suprayogi
  • Sudah dibaca: 2892 kali

Pernahkah anda merasa kesepian di tengah keramaian? Suripto merasakannya. Sebagai seorang anak buruh tani, dia merasa sendiri di tengah teman-temannya yang bisa lari ke sana ke mari dengan baju yang relatif lebih bagus dan membeli jajanan sesuka hati. Anda mungkin kemudian menyalahkan Guru atau orang tuanya yang tidak menumbuhkan kepercayaan diri Suripto. Boleh saja, tetapi di tengah sekolah yang rasialis, di mana penampilan dan gaya seseorang selalu dihakimi, sulit bagi pribadi seperti Suripto untuk tidak merasa kesepian.

Terakhir bertemu saya, Suripto hanya tersenyum simpul dan bilang, "Wah Mas, sepeda saya sering diumpetin sama teman-teman, sepertinya saya ini sumber mainan mereka." Suripto dapat sekolah di sebuah sekolah favorit di Gunung Kidul karena ada yang membiayai. Prestasinya memang cukup bisa dibanggakan. Tetapi jelas sekolah itu dipenuhi oleh mereka yang memiliki sumber ekonomi yang kuat yang bisa mengimbangi berbagai ekstrakurikuler dan berbagai kegiatan di sekolah itu. 

Suripto hampir tidak bisa terlibat dalam berbagai kegiatan yang membuat dia bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Salah satu tempat sosialisasinya adalah sepak bola. Dia pintar bermain sepak bola. Tapi masalahnya permainan ini sekarang kurang populer di sekolahnya. Basket adalah olahraga favorit di sekolahnya sekarang dan komunitasnya sangat membuat Suripto tidak nyaman. Tambahan, seperti katanya, "Kalau mau main bola itu sore Mas, rumah yang saya tempati agak jauh, saya bisa nyepeda ke lapangan, tapi ya itu lho mas, saya itu kan tinggal di rumah orang, jadi sore itu pasti harus bantu yang punya rumah, nanti saya dianggap tidak menghormati mereka."

Suripto anak pandai tapi dia berada di lingkungan yang kurang mendukung dia. Banyak anak seperti dia. Kesepian di tengah keramaian dalam arti yang sesungguhnya. Orang kaya bilang, "Salah sendiri tidak mau usaha bergaul atau cari tambahan uang". Mereka tidak sadar struktur ikut melanggengkan kesulitan Suripto untuk bersosialisasi dan mengembangkan diri. Struktur yang tidak memihak mereka yang miskin.

Oya, Suripto sekarang kelas 2 SMA.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
rowi agus fadlan  - sepi   |180.247.172.xxx |03-01-2011 03:35:37
jgn kecil hati meski kita miskin, krn orng2 besar merasakan nikmat itu berasal
dari kemiskinan
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."