• PDF

Seberapa Peka Kita Terhadap Kultur Orang Lain?

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2009 18:26
  • Ditulis oleh Wiji Suprayogi
  • Sudah dibaca: 1844 kali
Dua hari yang lalu, istri saya menelepon ke banyak orang mencari darah bergolongan O. Putra atasannya kena demam berdarah dan membutuhkan darah dengan segera. Maka terkumpulah beberapa teman yang bersedia menjadi donor darah tersebut.

Yang menarik bagi saya adalah berbagai komentar dari teman-temannya di kantor. Ini dia komentar mereka:


"Kamu kok mau-maunya repot mencarikan darah buat orang lain"

"Teman-temanmu mau saja ya mendonorkan darah buat orang lain yang bukan saudaranya"

"Apa darah orang Jawa dan Cina itu bisa nyampur? ha..ha..ha..."

"Dari mana kamu punya teman-teman yang mau berkorban begitu?"

Istri saya jadi bingung karenanya. Bukan karena dia lebih baik atau lebih suci. Tapi sepengetahuannya teman-teman itu memang akan dengan segera menolong jika ada orang yang membutuhkan.

Lebih menarik lagi, katanya ketika salah seorang donor diambil darahnya, dia ditanya, "Apanya pasien Mas?" (Maksudnya hubungan dirinya dengan pasien) Si pendonor menjawab "Saudara Pak!". Dan petugas tadi bilang "Gimana bisa saudara, situ Jawa pasiennya Cina!"

Mendengar cerita istri saya itu saya jadi bertanya-tanya seberapa multikultur kita ini? Penting tidak ya pendidikan multikultur itu? Saya belum tentu lebih peka, tapi saya juga bertanya seberapa peka kita terhadap sesama kita?
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."