• PDF

Sekolah Menyenangkan Ribet Juga

Penilaian Pengunjung: / 6
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 03 Oktober 2009 10:50
  • Ditulis oleh Wiji Suprayogi
  • Sudah dibaca: 3838 kali

Ternyata tulisan saya soal sekolah yang menyenangkan mendapat tanggapan lumayan luas dari teman-teman. Semua mengungkapkan bahwa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di sekolah formal dan menciptakan suasana belajar yang berkelanjutan amat diperlukan. Pada titik ini nampaknya tidak ada yang membantah. Masalah muncul ketika kemudian masuk ke langkah aplikasi, sebagian besar merasa: ribet, sulit, dan melelahkan.

“Bayangkan Mas, untuk mengajar kreatif itu saya perlu mikir, survey, trus nanti belum anak-anak jadi lebih ribut, masih mikir laporannya jadi simple tidak? Alat peraganya nanti bagaimana? Cara menilanya nanti bagaimana? Wah ribetlah. Saya itu ya tahu kalau belajar dengan senang itu penting, tapi mikir caranya itu susah banget Mas.”, begitu komentar seorang teman.

Saya merasakan kelelahan tersebut. Apalagi jika mengingat banyaknya beban administrasi guru, pengajar, atau dosen. Beban orangtua juga banyak, urusan perut benar-benar menguras energi, makanya kegiatan belajar anak-anak serahkan saja kepada sekolah formal. Apakah memang benar begitu adanya ya?

Setelah berusaha tanya sana-sini, jawaban seorang teman yang seorang Guru dan sangat kreatif dalam mengajar cukup mencerahkan saya.

“Wiji, kita itu memang serba repot ya, kita tahu belajar menyenangkan itu penting. Kita juga diharapkan untuk menciptakan kondisi tersebut. Cuma, masalahnya itu, kita dari dulu tidak pernah merasakan bagaimana belajar menyenangkan. Ya sulit, di pengalaman kita itu tidak ada, atau jarang. Isinya cuman belajar sebagai kewajiban. Harus inilah, harus beginilah, begitulah...Ngono Wij”

Saya mikir-mikir, benar juga kata teman saya ini. Sejak awal kita jarang sekali merasakan pengalaman belajar menyenangkan. Beberapa teman malah baru menemukannya ketika mereka ke luar negeri dan usianya sudah lumayan tua. Mungkin memang sejak awal sistem kita tidak diarahkan untuk menciptakan belajar menyenangkan tadi. Akhirnya segala macam aturan atau administrasi yang tercipta justru makin membelenggu para pengajar dan peserta didik.

Sekilas saya mikir—mungkin perlu ada penelitian mendalam mengenai hal ini—dulu jaman penjajahan orang sekolah itu suatu kebanggaan karena jarang yang bisa sekolah, jadi walaupun gurunya galak-galak dan katanya banyak hukuman fisik, semua dijalani dengan kebanggaan dan suatu harapan akan pekerjaan yang lebih baik. Di jaman kemerdekaan, eh semua orang bisa sekolah, tapi berusaha diseragamkan untuk kepentingan tertentu dan cenderung militeristik, jadi sekolah ya formalitas belaka. Sekolah jadinya cuma menghasilkan ketakutan, apalagi praktek-praktek kekerasan di jaman penjajahan berubah bentuk lebih otoriter. Bagaimana tidak otoriter, lha nasib murid amat tergantung pada Guru, padahal katanya pendidikan seharusnya memerdekakan seseorang untuk bisa merubah nasib. Eh, di jaman reformasi, semua berubah-ubah lagi. Tidak teratur karena arahnya meraba-raba. Mungkin memang ini waktu kita untuk berbenah. Tapi alangkah baiknya dalam berbenah, tidak ada generasi yang terkorbankan karena alasan, berbenah itu.

Jadi saya pikir teman saya itu benar, kita belum berpengalaman menciptakan belajar yang menyenangkan.

Maka mari kita berjuang untuk menciptakan berbagai pengalaman itu.

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Generasi Yoel  - Tuhan Sumber Kreatifitas   |Registered |06-10-2009 15:52:43
Memang untuk Menciptakan iklim belajar yg menyenangkan dibutuhkan
kreatifitas yang banyak. Kita kadangkala takut tidak bisa menyampaikan
ilmu kepada murid2 kita, namun satu hal yg perlu ingat bahwa Tuhan
Yesus mengirimkan Roh Kudus untuk menolong kita. Tuhan sumber kreatifitas,
kita minta hikmat dari DIA dan terus belajar untuk menyampaikan ilmu
dengan menarik. Selamat melayani rekan2 pendidik baik itu guru sekolah
ataupun guru sekolah minggu. Jesus bless You...

Salam
 
Widi   |118.96.135.xxx |15-08-2011 21:05:01
Baru baca tulisane Mas Wiji hehehehehe padahal wes suwi yo...he'eh...memang
rada susah mengajar yang menyenangkan itu coz kita ga pernah mengalaminya
sendiri. Bukankah keseringan apa yang diajarkan guru itu adalah apa yang dulu
pernah di dapat...so gimana gurunya mo ngajar menyenangkan jika dulu belum
pernah dapet hal2 yang menyenangkan saat belajar. Sekalipun begitu sebagai guru
kita tidak boleh menyerah...bukankah guru juga harus belajar hehehehe so
yuuukkk belajar bagaimana mengajar yang menyenangkan supaya menghasilkan
generasi yang lebih baik
melinda mansoben   |180.254.104.xxx |05-05-2012 03:40:27
sekolah menyenangkan klo menurut saya bisa dipraktek'kan dari performa guru yang
menyenangkan dalam mengajar
guru yang semangat,ceria,murah senyum,dan
humoris juga sangat membantu proses pembelajaran.pasti'ny anak2 merasa senang,
dan juga bersemangat
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."