Dipakai Tetapi Tak Pernah Habis

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Dengan terburu-buru, aku menyambar sepotong kaos longgar yang hendak kupakai untuk ke Sekolah Minggu hari itu. Karena aku menariknya kasar, kaos putih seragamku tercerabut bersama beberapa benda kecil di situ. Buru-buru aku memungut dan mengembalikannya ke sudut. Benda-benda kecil itu adalah ayat-ayat mas dan aktivitas kecil anak-anak Sekolah Mingguku. Semua dibuat oleh seorang teman, yang begitu piawai membuatnya. Ia selalu muncul dengan karya kreatif dan begitu rapi, bahkan mengalahkan rekan-rekan yang wanita. Itu sebabnya aku selalu meminta satu buah dan kukoleksi ... di lemari bajuku! Bukan apa-apa sih, aku cuma ingin mengamankannya dari tangan dua balitaku yang pasti bakal "gemas" melihatnya!

Yah, temanku itu sekarang memang jadi "jago" di bidang ilustrasi dan pekerjaan tangan. Tidak hanya untuk membuat ayat mas. Aktivitas yang ia buat selalu segar dan orisinal. Kelas pun menjadi hidup dan semarak bila ia turun tangan mendekorasi. Juga bila kami membutuhkan alat peraga untuk bercerita, wow, buatannya selalu memukau anak-anak dan ... aku.

Bila dikilas balik, ternyata dulu enggak ada yang pernah tahu kalau dia sungguh piawai di bidang itu. Bahkan, ia sendiri ternyata dulu juga tak tahu bahwa ia memiliki talenta besar di situ! Namun begitu Tuhan membukakan talentanya itu, ia menyerahkannya dengan kesungguhan hati. Buktinya, ia selalu terbuka untuk membantu, apa pun ide yang dilontarkan di kelas. Bermula dari ayat mas, keterampilannya berkembang terus ke dekorasi kelas, aktivitas, alat peraga, kostum, desain kaos, dekorasi panggung gereja, dan banyak lagi! Terakhir ia mengikuti lomba alat peraga Sekolah Minggu tingkat nasional, dan menyabet gelar juara!

Melihat dia sekarang, aku membayangkan betapa berbedanya dulu saat ia belum menyadari talentanya. Betapa talenta itu bisa terkubur begitu saja dan tak pernah berperan banyak bagi pelayanan. Namun terpujilah Allah, yang telah menunjukkan talenta spesial yang ada padanya itu. Aku juga bersyukur dan bangga, temanku itu tak pelit menyimpan sendiri talentanya, tetapi justru menyerahkannya habis-habisan bagi pelayanan. Dan heran, saat ia menyerahkan talentanya itu, Tuhan menggandakannya begitu rupa. Bukannya menjadi habis, tetapi justru semakin terasah dan berkembang. Ya, saat sebuah talenta dipakai, Allah pun mengasahnya semakin tajam dan semakin berbuah banyak bagi kemuliaan-Nya.

Aku pernah membaca tulisan Charles Spurgeon yang menggelitik: "Serahkanlah diri Anda kepada Kristus, maka ketika Anda mengabdikan diri bagi kemuliaan-Nya, Anda akan memiliki kesanggupan yang lebih untuk melayani Dia daripada saat ini. Anda akan menemukan bahwa talenta Anda yang sedikit, justru akan bertambah setelah digunakan." Ia menjelaskan bahwa seperti peristiwa Yesus memberi makan 5.000 orang, maka ketika seorang anak kecil menyerahkan lima ketul roti dan dua potong ikannya kepada Yesus, Dia menggandakannya begitu banyak sampai mengenyangkan ribuan perut, dan masih bersisa pula.

Aku pun terpekur. Terkadang aku juga malas menggali talenta yang Tuhan berikan padaku, dan mengembangkannya. Padahal bila aku tak bergumul menemukannya, bisa jadi aku mengubur dan membunuhnya. Lalu apakah yang mesti aku jawab, bila Dia meminta pertanggungjawaban dariku kelak pada hari penghakiman?

Yesus, bantulah aku untuk mengenali setiap talenta yang Kaukaruniakan bagiku. Tolonglah aku untuk memiliki keberanian menggali dan mengembangkannya dengan anugerah-Mu. Berilah kerelaan di diriku untuk menyerahkannya habis-habisan, untuk dipakai bagi kemuliaan-Mu.

Jogja, 14 April 2004

Tina

 

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
artha  - Totaaaal   |203.191.47.xxx |31-10-2009 14:55:08
Penyerahan diri yang total/pasrah atas panggilan keseharian kita, merupakn kunci
keberhasilan orang-orang kristen, terjadi duplikasi hari-lepas hari, amiin
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."